DepokNews– Sebanyak 210 peserta ibu-ibu dari berbagai kelurahan mendeklarasikan Kataba (Keluarga Tanggap Bencana) dalam kegiatan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, 26 April 2019, di Taman Kaldera, Jatijajar, Tapos.

Sebagaimana edaran Kepala BNPB mengenai HKBN tahun ini mengangkat tema, “Peran Perempuan Menjadi Guru Siaga Bencana Rumah Menjadi Sekolahnya”, Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kota Depok, Dinas Damkar bersama Perkumpulan Sahabat Siap Selamat mengadakan peringatan HKB di Situ Jatijajar, Tapos, dengan melakukan edukasi pengurangan risiko bencana dan simulasi penanganan bencana kebakaran kepada ibu-ibu penggerak PKK.

Pak Gandara Budiana, Kadis Damkar, membuka, “Bencana yang sering terjadi di Kota Depok adalah kebakaran. Tahun 2018 telah terjadi 243 kebakaran. Artinya hampir setiap hari terjadi kebakaran di wilayah Kota Depok. Ibu sebagai orang yang paling sering di rumah harus bisa mengantisipasi jika suatu saat terjadi bencana.”

Isi deklarasi Keluarga Tanggap Bencana tersebut: ”1) Mengenali potensi risiko bencana dengan memperhatikan penggunaan peralatan rumah tangga, kondisi lingkungan sekitar, dan informasi cuaca dan kebencanaan, 2) Membuat persiapan yang diperlukan menghadapi bencana, seperti jalur evakuasi, menyimpan nomor-nomor penting, dan tas siaga bencana, 3) Mengajarkan kesiapsiagaan bencana kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitar dengan melakukan simulasi penanggulangan bencana secara berkala.

KH. Encep selaku ketua BAZNAS Kota Depok yang menaungi BTB menjelaskan, “BAZNAS mempunyai 5 pilar program salah satunya Depok Peduli yang fokus pada penanggulangan bencana dan kemanusian yang dijalankan oleh BTB. Komandan BTB 24 jam siap sedia menerima laporan masyarakat.”

“Selain kebakaran rumah, Depok juga ada bencana sosial rumah tangga berupa perceraian sebanyak 3000-an kasus. Dengan zakat dan infak, sebagaimana dalam hadits, dapat menjauhkan kita dari bencana.” Lanjut beliau.

Ibu Yanti dari kelurahan Mekarjaya menerangkan, “Acara yang sangat bagus dan merupakan pengalaman baru bagi kami, sehingga kami bisa menyampaikan lagi ke posyandu, PKK dan RT/RW. Penting sekali untuk dilakukan sosialisasi ke RW-RW.”

Taufik Ibrahim, ketua panitia acara dalam penutupannya,”Kita akan melanjutkan program ini ke RW dan kelurahan agar setiap keluarga dan masyarakat tanggap dan dapat melakukan pengurangan risiko bencana. Kenali ancamannya, kurangi risikonya.”
[16:27, 4/26/2019] Mujiran Jual Kaca Mata: waalaikum salam
ok