Hiswana Migas : Peruntukkan Gas Melon di Depok Salah Sasaran

Posted on

DepokNews- Ketua Hiswana Migas Kota Depok Athar Susanto mengatakan, jika kepemilikan gas elpiji tiga kilogram atau gas melon tidak pada tempatnya. Hal tersebut memicu besarnya kebutuhan akan gas, sedangkan pendsitribusian sesuai dengan jumlah kuota yang ditentukan Pertamina.

Athar menjelaskan, di Depok banyak warga mampu yang menggunakan gas melon. Padahal diperuntukkan untuk warga miskin yang tidak sanggup membeli gas elpiji 12 kilogram.

“Seperti pedagang di pinggir jalan, mereka diperbolehkan karena tidak mampu beli yang besar. Bukannya rumah tinggal yang mampu, tapi gasnya tiga kilo,” jelasnya.

Pemerintah Depok sendiri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian terkait, tidak memiliki data jumlah pemakai tabung gas melon.

“Ya mereka saja minta data sama kita. Hiswana sendiri hanya memasok gas, bukan ngurusin data pemakai,” ungkapnya.

Untuk Kota Depok, Hiswana Migas memasok 1.450 ribu tabung gas tiap bulan. Bulan lalu pendistribusian cukup dan lancar. Namun awal Bulan Maret ada kendala pendistribusian karena teknis. Karena itu dibuat operasi pasar selama tiga hari ke 63 kelurahan di Depok.

“Secara keseluruhan normal, hanya distribusi karena cuaca saja,” tutup Athar.(mia)