Depoknews– Dua minggu menjelang pelaksanaan Idul Adha atau dikenal dengan Idul Kurban, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Depok mengimbau warga untuk tidak membuang limbah hewan kurban ke Sungai Ciliwung.

Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta, Imas Dyah Pitaloka mengatakan limbah yang dibuang selain mencemari lingkungan, juga dapat berdampak pada kualitas air bahkan membuat air menjadi berbau.

“Kami mengharapkan masyarakat jangan membuang sisa-sisa kotoran kurban ke sungai. Karena air PDAM bersumber dari Sungai Ciliwung. IPA Legong dan Citayam juga mengambil air dari sana,”ujarnya Sabtu (18/07/20).

Selain mencemari lingkungan, membuang limbah kurban di sungai juga menyalahi aturan. Sebab dalam Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 Pasal 10 dengan sanksi pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp 25 juta.

Untuk itu, dirinya meminta agar warga mengikuti ketentuan penanganan limbah kurban yang ditetapkan. Misalnya dikubur dalam tanah.

“Pemkot Depok juga telah mengeluarkan larangan menggunakan plastik. Oleh karena itu, masyatakat harus dapat menjaga lingkungan dan kualitas air di sungai,” tutupnya.