Terkadang masyarakat kita terlalu takut untuk mengetahui apa itu filsafat, mereka mengira bahwa filsafat itu adalah ilmu yang sesat membawa manusia semakin jauh dari tuhannya, menentang perintah agama, mentuhankan akal dibanding wahyu padahal mereka sendiri tidak paham apa itu filsafat. Mereka lebih suka menutup mata dan mendengarkan celotehan kebanyakan orang yang sebenarnya kebanyakan orang itu pun sama seperti mereka hanya mengandalkan katanya dan katanya.

Mereka tidak mau mencari tau sendiri apa itu filsafat, darimana lahirnya filsafat, bagimana kehidupan orang berfilsafat. mayoritas orang indonesia ini lebih suka memilih mengikuti kata si A kata si B tanpa ingin mengetahui kebenaran yang sebenarnya, tanpa mau merenungi dan berfikir ulang  setiap kejadian yang ada.

Seperti dalam kutipan “Hidup tanpa berfilsafat itu sama dengan terus menerus menutup mata”. Kamu itu punya mata, banyak hal indah disekeliling mu, maka bukalah matamu tapi kenapa kamu lebih menutup mata? Kalau bahasa politiknya ‘kamu milih status Quo pengennya begini-begini aja gamau berubah-ubah.

Mikirnya gini nih Nanti kalau aku berfikir kalau aku bernalar macam-macam, jangan-jangan kenyamanan aku yang sekarang ini bisa terancam. Maka orang lebih milih ga mikir sudah jalan saja seperti biasa. Itu seperti orang merem bahasa jawanya. Jadi biar amannya kamu merem kayak burung unta kalau dikejar musuh itu nenggelemin kepalanya ke pasir padahal badannya itu besar keliatan dari luar.

 jadi dia berfikir ketika kepalanya masuk kedalam pasir ia merasa aman padahal justru bahaya yang sebenarnya mungkin tengah mengancam. Tapi karena kamu gatau, kamu merasa aman karena kamu merem. Maka ayo berfilsafat kontemplasis (renungan) kenapa? Karena banyak hal yang harus kita fikirkan ulang.

REFERENSI:

DR. FAHRUDIN FAIZ dalam channel yt nya yang berjudul hiduplah dengan berfilsafat