Hasil Sabu di Rumah Cinere yang Digrebek, Pemasok Sabu Kualitas Bagus

Posted on

DepokNews — Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Arman Depari mengatakan, pihaknya sudah mengintai jaringan pembuat sabu di Cinere Depok selama satu bulan. Dan empat pelaku yang diamankan pihaknya itu juga terkait dengan kasus terdahulu terutama di wilayah Sumatera. Bahkan kualitas shabu yang diproduksi pun terbilang bagus.

Keempat tersangka yang diamankan di Komplek Ismaya Cinere kemarin malam dikendalikan oleh dua orang narapidana di dua lembaga pemasyarakatan (lapas) berbeda. Satu orang di Lapas Aceh yaitu Dan serta satu orang di Lapas Cipinang yaitu Din. Kedua narapidana ini adalah otak dari pembuatan sabu di rumah ini. Peranan kedua narapidana itu adalah sebagai pemasok dari balik tahanan. Mereka pula yang menjadi pendana jaringan ini dalam membeli bahan mentah. Kemudian mereka yang memberi instruksi dan mengoperasionalkan sehingga bisa diproduksi sabu dengan kualitas bagus.

Bahkan jaringan ini sengaja mendatangkan salah satu tersangkanya dari luar Jawa.

“Dia sebagai kokinya yang bertugas memasak menjadi barang jadi. Salah satu tersangka ini adalah adik ipar dari narapidana yang ada di Cipinang. Mereka berkomunikasi via telpon dan besuk,” ungkapnya.

Saat digerebek semalam, para tersangka ini kedapatan sedang memproduksi sabu. Dari kuantitas,jaringan ini memang belum banyak memproduksi. Namun secara kualitas, sabu yang dihasilkan adalah barang jadi dengan hasil bagus. Dalam sekali produksi mereka memerlukan waktu 54 jam. Dan bahan baku yang mereka dapatkan termasuk bahan yang sulit didapat.

“Kita masih periksa darimana mereka mendapatkan prekusor ini,” katanya.

Pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa cairan bahan baku, alat lainnya serta satu unit air soft gun. Senjata ini mereka persiapkan sebagai upaya perlawanan jika dalam kondisi terancam. Mereka akan dijerat dengan hukuman maksimal yaitu hukuman mati.

“Walaupun yang didapat adalah bahan baku namun ancamannya sama dengan barang yang dihasilkan,” pungkasnya.(mia)