DepokNews–Di hari pertama kerja paska hari Raya Idul Fitri Walikota Depok Mohammad Idris menerima laporan dari jajarannya kalau masih ada Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkot Depok belum masuk alias bolos.

“Hari ini mungkin ada yang tidak bisa masuk pada hari pertama kerja, meskipun jumlahnya tidak banyak tapi kami inginkan sebisa mungkin harus ada laporan kepada atasannya masing-masing. Jangan sampai tidak ada kabar apapun,” ujarnya.

Idris mengatakan, menurut laporan beberapa orang Aparatur Sipil Negara tidak masuk karena beberapa alasan yakni tiket pesawat yang baru didapat di awal hari pertama kerja, orangtua di kampung halaman yang tengah sakit, dan sebagainya.

Selain itu, Idris juga mengimbau kepada segenap ASN agar menjadikan momentum ini sebagai ajang saling bermaafan.

Seperti hal nya ketupat, menurutnya, ketupat sudah ada sejak abad ke-15 dimana saat itu Sunan Kalijaga dalam penyebaran Islam sudah membudayakan ketupat.

Dari sisi bahasa jika ditilik dari Bahasa Sunda, disebut kupat yang berarti ngaku lepat alias mengakui kesalahan.

“Ketupat juga bermakna laburan atau memutihkan hati dan jiwa kita menjadi putih kembali di saat Idulfitri. Karena kesalahan-kesalahan itu maka di hari Idulfitri kita bermaaf-maafan,” katanya.

Untuk itu, lanjut Idris, Kebersamaan ini juga harus tercermin dalam aksi nyata kinerja sebagai seorang ASN sehingga bisa melayani warga dengan baik dan
kinerja menjadi aktif serta produktif.

“Kami himbau jangan malas-malasan. Harus tetap produktif,” tuturnya.

Idris juga mengingatkan kepada para ASN bahwa jam kerja sudah kembali berubah menjadi seperti hari-hari biasa. Yakni pukul 07.30 hingga 16.00.

Mengawali awal kerja pasca libur lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok lakukan kegiatan apel pagi dirangkai dengan Silaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1440 H di lapangan Balaikota, Jalan Margonda.