Oleh : Hamdi, S.Sos*

            Pesta demokrasi di Depok baru saja usai. Berdasarkan hasil pleno rekapiltulasi KPUD Kota Depok (Selasa, 15 Desember 2020) pasangan calon nomor 1 (Pradi – Afifah) memperoleh 332.689 suara setara 44,46 persen dan pasangan calon nomor 2 (Idris – Imam) memperoleh 415.657 suara atau 55,54 persen. Dengan demikian paslon Idris – Imam dipastikan menjadi pemenang pilwalkot Depok tahun 2020. Adapun, jumlah suara sah adalah 748.346 dan suara tidak sah sebesar 29.391 sehingga total pengguna hak pilih sebesar 777.737 orang. Jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) sebanyak 1.238.380 orang. Sementara angka partisipasi pemilihnya sebesar 62,80 persen, masih di bawah target KPUD Kota Depok sebesar 77,5 persen. 

            Ucapan selamat pun bermunculan dari berbagai kalangan setelah pemenang pilwalkot Depok ini diketahui baik lewat quick count maupun real count. Ucapan selamat tidak hanya datang dari para pendukung Idris – Imam tetapi juga dari kubu pengusung dan pendukung Pradi – Afifah. Tahniah itu antara lain datang dari Hendrik Tangke Allo (Ketua DPC PDIP Depok), Farabi A. Rafiq (Ketua DPD Golkar Depok), Babai Suhaimi (aleg PKB DPRD Depok), Edy Masturo (aleg Gerindra DPRD Depok), Igun Sumarno (Ketua DPD PAN Depok), Waras Wasisto (aleg PDIP DPRD Jawa Barat), Hasbullah Rahmad (aleg PAN DPRD Jawa Barat). Tak ketinggalan pula ucapan selamat disampaikan calon walikota nomor 2 Pradi Supriatna, Ade Yasin (Bupati Bogor), dan Siti Zuhro (pengamat politik LIPI). Inilah sebuah kelaziman dalam berdemokrasi yang sehat dan bermartabat.

             Pilwalkot Depok kemarin relatif berjalan aman dan lancar. Berdasarkan pantauan penulis dan berita di media massa,  pemungutan dan penghitungan suara berlangsung lancar tanpa ekses yang berarti. Tak ada laporan kecurangan dan pelanggaran yang diajukan oleh kedua kubu kepada Bawaslu Kota Depok.  Dengan berakhirnya pilwalkot dan telah ditetapkan pemenangnya secara sah oleh KPUD, maka usai sudah segala bentuk kompetisi untuk menjadi pemimpin di Kota Belimbing periode 2021 – 2026.  Tidak boleh ada lagi saling serang dan menjatuhkan serta gontok-gontokan dari kedua kubu, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Kemenangan yang diraih oleh pasangan Idris – Imam pada perhelatan demokrasi ini bukanlah milik Idris – Imam dan pendukungnya semata. Kemenangan ini sejatinya adalah kemenangan semua warga Depok yang merindukan kota Depok lebih baik,. maju, dan sejahtera. Begitu pun ketika duet Idris – Imam ini  menjadi pemimpin, mereka bukan hanya berkhidmat atau melayani kelompok dan golongan pendukungnya. Namun, mereka juga berkhidmat untuk seluruh warga Depok tanpa memandang asal-usul, suku, ras, golongan, agama, dan kepercayaannya.

             Sekarang saatnya kita semua pemangku kepentingan di Depok untuk bahu-membahu dan bersinergi untuk membangun visi kota ini menjadi kota yang maju, berbudaya, dan sejahtera. Adapun misi yang akan direalisasikan oleh duet Idris – Imam dalam menakhodai kota Depok tahun 2021 – 2026 adalah : (1) meningkatkan pembangunan infrastruktur berbasis teknologi dan berwawasan lingkungan; (2) meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang modern dan partisipatif; (3) mewujudkan masyarakat yang religius dan berbudaya berbasis kebhinekaan dan ketahanan keluarga; (4) mewujudkan masyarakat yang sejahtera mandiri dan berdaya saing; dan (5) mewujudkan kota yang sehat aman, tertib, dan nyaman.

            Selain visi misi tersebut, duet Idris – Imam juga memiliki sepuluh janji (program) yang gencar disampaikan pada saat kampanye. Sepuluh program tersebut adalah : (1) dana Rp 5 miliar per kelurahan; (2) menciptakan 5.000 pengusaha/start up baru dan 1.000 perempuan pengusaha; (3) insentif guru honorer dan swasta; (4) alun-alun dan taman hutan kota di wilayah Barat; (5) insentif pembimbing rohani; (6) insentif RT, RW, dan LPM; (7) pusat olahraga dan UMKM; (8) wifi gratis untuk masyarakat; (9) sekolah/madrasah negeri per kecamatan; dan (10) posyandu/posbindu di setiap RW.  Khusus untuk warga yang tidak mampu akan digulirkan Kartu Depok Sejahtera (KDS) yang mempunyai tujuh manfaat, yaitu dana santunan lansia kurang mampu dan disabilitas berdaya, beasiswa mahasiswa berprestasi (berasal dari keluarga kurang mampu) di perguruan tinggi negeri, bantuan renovasi rumah tidak layak huni, bantuan pendidikan wajib belajar 12 tahun, santunan kematian bagi keluarga kurang mampu pemegang KDS, pelatihan ketrampilan bantuan usaha dan penyaluran kerja, dan jaminan kecelakaan kerja dan santunan kematian.

             Sementara itu, kota penyangga ibukota ini juga punya sederet “PR” klasik yang juga harus dituntaskan, seperti masalah kemacetan di beberapa titik, masalah PPDB dan distribusi SMP serta SMA negeri yang belum merata,  penataan setu, tempat pembuangan akhir sampah (TPA), pelayanan E-KTP, serta banjir di beberapa titik dan wilayah tertentu. Last but not least, masalah krusial yang sedang dihadapi saat ini, yaitu penanganan pandemi Covid-19. Masalah terakhir ini semakin urgen untuk diatasi mengingat kota Belimbing ini kembali berada dalam zona merah Covid-19 di Jawa Barat.

             Visi, misi, dan program-program pembangunan yang sudah dicanangkan oleh pasangan Idris – Imam bisa terwujud jika melibatkan dan mendapatkan support dari semua pemangku kepentingan di Depok, seperti birokrat/eksekutif, legislatif, partai politik, tokoh agama, akademisi, medi massa, LSM, dan tentunya warga Depok sendiri. Belajar dari duet pemimpin sebelumnya (Idris – Pradi) yang dinilai kurang kompak oleh banyak kalangan, maka untuk duet Idris – Imam ini harus mampu saling bekerjasama dan bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan. Walikota ibarat pilot yang harus mampu menjalankan dan mengendalikan pesawat agar tidak oleng atau jatuh. Sementara wakil walikota adalah co-pilot yang harus setia mendampingi pilot hingga sampai tujuan. Co-pilot juga harus siap membantu (bahkan menggantikan) sang pilot jika pesawat mengalami masalah darurat dalam perjalanan. Baik pilot maupun co-pilot harus bekerja secara profesional dan proporsional, tahu dan mengerti peran serta tanggung jawabnya masing-masing. Mereka juga harus menjadi satu tim yang solid sehingga berhasil membawa penumpang dengan selamat.

             Tentu menjadi harapan seluruh warga Depok semoga kepemimpinan Idris – Imam (masa jabatan 2021 – 2026) dapat merealisasikan janji-janji kampanyenya dan menghadirkan kota Depok menjadi kota yang maju, berbudaya, dan sejahtera. Warga Depok berhak menagih jika janji-janji tersebut belum terpenuhi. Di pundak keduanyalah keinginan dan harapan warga Depok diletakkan. Nabi SAW bersabda : “Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka.” Insyaa Allah dengan hadirnya pemimpin baru (Idris – Imam) dapat membawa harapan baru bagi kota dan masyarakat Depok. Aamiin.

Keterangan :

*Penulis adalah anggota Forum Akselerasi Masyarakat Madani Indonesia (FAMMI). Tinggal di Depok.