Kang Anton saat membagikan hadiah tasbih ke warga (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)
DepokNews- Datang ke Mampang, Kecamatan Pancoranmas, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) usungan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan (kang Anton) bagi-bagi tasbih ke warga, Senin (5/2/2018).
Namun sebelum dibagikan, Kang Anton memberi pertanyaan seputar NKRI. Bagi warga yang menjawab pertanyaan pasangan dari Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin ini, hadiah akan diberikan.
“Ayo ibu-ibu siapa yang bisa jawab kapan hari lahir pancasila?,” tanyanya yang langsung diserbu warga yang hadir dalam reses Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo, di Mampang RW 11.
Pertanyaan seputar sejarah dan
meningkatkan rasa nasionalis, memang sengaja dilakukannya. Agar warga mengingat kembali sila-sila
dari Pancasila yang menjadi pemersatu NKRI.
“Karena sekarang ada golongan-golongan tertentu yang ingin mengganti ideologi pancasila. Mari kita pertahankan, dan kita harus tahu sejarahnya. Kita bersatu dan aman karena pancasila, jadi jangan meremehkan pancasila,” tegas Kang Anton.
Kang Anton mencontohkan, Suriah, Irak dan Afganistan jadi hancur, padahal di sana sukunya tidak sampai 10 suku, di Indonesia sendiri ada 714 suku, 1.100 bahasa yang rawan perpecahan, kenapa Indonesia tidak terpecah, karena punya
Pancasila.
“Mereka hancur karena tidak punya dasar negara. Beruntung kita punya pancasila dan harus dipertahankan,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo menuturkan, setelah kang Hasan roadshow ke Depok, giliran kang Anton
yang hadir di tengah-tengah masyarakat Depok. Adapun beberapa titik yang disambangi, yakni ke Sekretariat DPC REPDEM Kota Depok di Jalan Proklamasi Raya untuk membuka posko Repdem pemenangan Hasanah, silaturahmi, penyampaian aspirasi dan pernyataan sipak dari relawan, organisasi massa dan kelompok masyarakat Depok.
“Kemudian ke kantor DPC untuk rapat internal dengan pengurus dan anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Depok. Kegiatan ketiga mengikuti reses saya. Alhamdulillah respon masyarakat sangat baik. Bahkan, kang Anton memberikan doorprize, dari tasbih, topi hingga tas,” kata pria yang akrab disapa HTA.
Kegiatan keempat, sambung HTA, menyambangi Pondok Pesantren Nurul Huda Cimanggis di Kampung Rumbut Kelurahan Pasir Gunung Selatan (PGS), Cimanggis untuk bersilaturahmi dengan pengurus Ponpes dan mendengar
aspirasi warga Ponpes tersebut.
Kegiatan kelima, kang Anton ke lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Raya Bogor Kelurahan Jatijajar, Tapos untuk meninjau kondisi, menyapa dan mendengarkan aspirasi para PKL.
“Kegiatan terakhir menyambangi kediaman H Sentot Panca Wardana di Jatijajar Estate. Di sana kami berkenalan dengan REPDEM Depok, Bekasi dan Bogor dan mendengarkan arahan dari kang Anton,” tutup