DepokNews–Petugas Sabhara Polresta Depok pada Jumat (5/1) bentrok dengan ratusan pengunjuk rasa di Halaman Balaikota Depok di Jalan Margonda.

Aksi unjuk rasa terkait Pilkada ini petugas bahkan menurunkan kendaraan taktis baja untuk menghalau massa yang melakukan pembakaran ban di halaman Balaikota.

Atas kejadian ini pengunjuk rasa terkena peluru petugas dan dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Depok.

Cerita tersebut merupakan kegiatan simulasi pra operasi Mantap Praja dalam pengamanan Pilkada serentak 2018.

Dalam simulasi itu Polres Depok menurunkan sebanyak 300 personil dari semua satuan fungsi.

Kapolresta Depok Kombes Didik Nugroho mengatakan kegiatan simulasi pengamaanan Pilkada serentak sebagai langkah persiapan jajarannya dalam upaya pengamanan pelaksanaan Pilkada.

Dia menuturkan 300 personil yang menjalani simulasi ini, yang nantinya akan melakukan pengamanan tahapan Pilgub Jabar 2018 mulai dari pengamanan kotak suara dan distribusi surat suara sampai penanganan jika ada aksi huru hara dan teror baik saat pemungutan suara hingga penghitungan suara.

“Ini kami lakukan sebagai bentuk kesiapan kami dalam pengamanan Pilgub Jabar 2018, agar warga Depok tetap nyaman dan aman saat pesta demokrasi digelar,” katanya.

Ia memastkan pihaknya akan mengambil langkah tegas jika ada pihak-pihak yang menggangggu jalannya Pilgub Jabar 2018 di Depok.

“Namun sebelumnya kita lebih dulu menerapkan langkah preventif atau pencegahan atas kemungkinan hal itu. Jika tidak juga diindahkan, tentunya kami akan lakukan langkah represif dan penindakan tegas sesuai SOP,” katanya.

Dalam simulasi, tampak ratusan personel menunjukkan kemampuan bela diri baik secara perorangan serta juga pengamanan dengan berbagai formasi.

Simulasi juga menunjukkan kemampuan personel dalam mengendarai sepeda motor saat menanganai aksi huru hara dan teror yang terjadi.