DepokNews – Bakal Calon Wali Kota Depok dari PKS Muhammad Hafid Nasir mengakui bahwa pemkot Depok belum optimal menaikkan produktivitas pelaku UMKM.

Menurutnya Pemerintah Kota Depok tidak hanya memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM serta menuntut mereka agar melakukan produksi. Namun perlu dilatih sisi marketing serta permodalan.

Tadi saya sampaikan tidak hanya sekedar memproduksi atau memberikan pelatihan. Tapi bagaimana dari sentuhan marketingnya harus dapat juga. Kemudian harus kita dorong bisa menaikan dari sisi permodalan serta dimudahkan dalam hal ijin, “ujarnya.

Selain itu pemberian kios kepada pelaku UMKM di Margo City, Detos, Trans Mart sangat tidak tepat. Sebab hingga saat ini kios tersebut sudah banyak yang kosong (tutup).

” Jadi konsep dasar membangun Kios untuk UMKM di Mall itu tidak tepat sasaran. Memang ada kebijakan 2 persen dari lahan diperuntukkan buat UMKM tapi itu tidak tepat, “katanya saat acara beda gagasan Bakal Calon Wali Kota Depok dari PKS Periode 2021-2026 di Bengkel Kopi Sapu Lidi, Mampang, Pancoran Mas. Sabtu (22/10/2019).

Kenapa tidak tepat lanjutnya karena masyarakat tidak ada yang belanja produk UMKM di tempat tersebut.

” Jadi bukan tempatnya makanya kenapa sekarang banyak tutup orang bukan cari produk UMKM disitu. Makanya perlu ada tempat khusus untuk memasarkan produk UMKM, “terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemasaran produk UMKM harus ditempat yang dekat dengan masyarakat.

” Terkait dengan itu yang dekat dengan masyarakat untuk memasarkan produk UMKM itu di Indomaret atau Alfamart. Saya mendorong indomaret dan Alfamart kedepan mengakomodir produk UMKM, “terangnya.