DepokNews–Bakal Calon Walikota Depok dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hafidz Nasir menyoroti berbagai permasalahan yang dialami Kota Depok, termasuk diantaranya masalah banjir.

Menurutnya, permasalahan Banjir di Kota Depok diakibatkan oleh tidak terawasinya pembangunan perumahan-perumahan yang semakin menjamur belakangan ini.

“Jadi bagaimanapun juga pembangunan di sebuah wilayah itu harus tertata sesuai dengan rencana tatanan wilayahnya, tidak semrawut lah gitu,” kata Hafid saat ngobrol bareng bersama wartawan di JPW Kafe daerah Grand Depok City (GDC), Minggu (16/2/20).

Hafid menjelaskan, para pengembang pembangunan perumahan atau cluster harus diberikan kewajiban untuk menyediakan ruang terbuka hijau dan drainase.

“Nah ini memang kadang sering terabaikan, akibatnya ketika sudah terbangun cluster ketika musim hujan berdampak banjir,” katanya.

Hafid menyampaikan, jika dirinya nanti diberikan kesempatan menjadi Walikota Depok. Ia mengaku akan segera menginventarisasi cluster-cluster ataupun lahan yang memang dirasa bisa dipertahankan sebagai ruangan terbuka hijau.

“Jadi ketika ini (suatu wilayah) sudah ditentukan sebagai daerah resapan, tidak boleh ada pembangunan lagi di wilayah itu,” katanya.

Menurutnya, saat ini Kota Depok (pemerintah) sudah saatnya memikirkan ketersediaan ruang terbuka hijau dan wilayah resapan air.

Sudah saatnya pemerintah kota untuk mengangkat terkait dengan ketersediaan ruang terbuka hijau.

“Jadi gak semuanya juga akhirnya dimanfaatkan untuk pembangunan. Begitu juga perda garasi yang sempat rame, karena ini sebenarnya bentuk implikasi, karena obsesi pengembang bagaimana membangun cluster-cluster dan sebagainya tanpa memperhatikan ketersediaan parkiran,” katanya.