DepokNews–Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis, membicarakan tentang revolusi industri 4.0. Dengan adanya era revolusi industri 4.0, teknologi informasi menjadi lekat dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu dikatakan Muhammad Anis saat memimpin Upacara Wisuda Program Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor serta Upacara Wisuda Program Sarjana dan Program Diploma Vokasi semester Gasal tahun akademik 2018/2019 pada Sabtu (3/2) sore di Balairung UI Kampus Depok.

Dia mengatakan pada tahun akademik 2018/2019 kali ini, UI menghasilkan 103 Doktor dari 14 Fakultas dan 2 Sekolah Pascasarjana UI dimana sebanyak 641 wisudawan berhasil lulus dengan predikat cumlaude.

Untuk mengimbangi perkembangan ini, UI saat ini menawarkan beberapa mata kuliah yang membahas digital dan big data analysis.

“Selain itu, saat ini kami UI juga mengintensifkan kegiatan perkuliahan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang diharapkan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa dari berbagai lapisan masyarakat untuk dapat menikmati pembelajaran di UI”katanya.

Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani yang hadir pada upacara wisuda program pascasarjana menambahkan
revolusi industri 4.0 yang mempunyai ciri otomasi dan ekonomi digital.

Perkembangan super-computer, robot, artificial intelligence, dan modifikasi genetik mengakibatkan pergeseran tren tenaga kerja, yang tidak lagi bergantung pada tenaga manusia, tapi pada mesin.

Studi dari McKinsey (2016) menyebutkan bahwa pada lima tahun kedepan sebesat 52,6 juta jenis pekerjaan akan digantikan oleh mesin.

Hal tersebut mengikuti tren global dimana 60% pekerjaan akan mengadopsi sistem otomatisasi, dan 30% akan menggunakan mesin berteknologi digital.

Ini berdampak pada pergeseran tren dunia dari sektor manufaktur ke sektor jasa yang membutuhkan tenaga kerja jenis middle-higher skilled, bukan lagi low-skilled labour.

Disisi lain, revolusi industri 4.0 juga membuka peluang baru.

Indonesia dengan demografi penduduk yang sebagian besar berada di usia produktif dan kelas menengah, serta status sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, mempunyai potensi sebagai pemimpin e-commerce dalam era ekonomi digital.

Menurut Sri Mulyani, menghadapi revolusi industri ini, sudah saatnya universitas berperan sebagai roda penggerak inovasi dan pengembangan teknologi di Indonesia dengan menerapkan pendekatan Triple Helix dalam hilirisasi riset, yaitu sinergi antara pemerintah, swasta dan perguruan tinggi.

“Nanti kedepannya, tren ini akan berubah menjadi kerja sama N-helix, yang tidak hanya melibatkan perguruan tinggi, swasta, dan pemerintah, namun juga kelompok masyarakat, filantropi, dan organisasi dalam dan luar negeri,” katanya.

Upacara program pascasarjana ini dihadiri sebanyak 1.617 Wisudawan yang terdiri atas 79 wisudawan Program Profesi, 315 wisudawan Program Spesialis, 1.120 wisudawan Program Magister dan 103 wisudawan Program Doktor.