DepokNews–Menghadapi penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020, Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok terus melakukan persiapan.Untuk tahapan verifikasi APE akan dilakukan pada Maret mendatang.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender (PPPUG) DPAPMK, Betty Setyorini mengatakan dalam penilaian APE ini pihaknya pun menargetkan mampu menyabet tingkat Mentor.

“Targetntya minimal mempertahankan Utama dan maksimal level tertinggi yaitu Mentor, atau menjadi pembina daerah lain,” katanya. Senin (15/02/21).

Penilaian APE dilaksanakan setiap dua tahun sekali oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI.

“Rencananya akan diverifikasi tim pusat, tapi jadwalnya belum disampaikan,” imbuhnya.

Betty menyebutkan, dalam penilaian APE kali ini, terdapat tujuh kriteria yang harus dipenuhi. Yaitu komitmen, kebijakan, kelembagaan, sumber daya, data, alat analisis, dan partisipasi masyarakat.

“Untuk mendapatkan level Mentor maka perlu ada inovasi-inovasi yang dibuat. Selain itu, juga diimplementasikan oleh Kota Depok,” terangnya.

Sedangkan, sambung Betty, terkait tujuh prasyarat khususnya komitmen dan kebijakan yang memiliki bobot tertinggi. Dikatakannya, Kota Depok sudah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Pedoman PUG serta Perwal Nomor 7 Tahun 2017 tentang Juknis Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG).

“Sementara dari kebijakan, telah dibuat Surat Keputusan (SK) Wali Kota tentang Kelembagaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender (PUG),” tuturnya.

Selain itu, tambah Betty, Kota Depok juga sudah melakukan penguatan perencanaan pembangunan yang responsif gender. Yaitu melalui pelatihan PPRG bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan asistensi penyusunan Anggaran Responsif Gender (ARG).

“Serta Pengawasan dan Evaluasi PPRG oleh Tim Driver setiap tahun,” tandasnya.