DepokNews – Guru merupakan elemen penting dalam menumbuhkembangkan semangat Empat Pilar. Hal tersebut diungkapkan, Anggota MPR RI/DPR RI Fraksi PAN, Intan Fauzi saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan guru dan pengurus Yayasan Taufiqurrahman di SMP Islam Taufiqurrahman Jalan Masjid Baiturrahim No. 12, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok, Senin (9/2).

Politikus perempuan PAN ini mengungkapkan, Indonesia sebagai negara besar dengan keanekaragaman suku, agama dan budaya yang tersebar di sekitar 17 ribu pulau harus memiliki konsepsi yang jelas untuk menopang kebesarannya.

“Konsepsi itu adalah empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara atau empat pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Intan kepada wartawan.

Dia menerangkan, sesuai UU No 17 tahun 2014, setiap anggota MPR memiliki tugas untuk menyosialisasikan dan memasyarakatkan Empat Pilar MPR RI. Sebab, Empat pilar itu harus dijaga dan dipelihara oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Penguatan dan sosialisasi empat pilar kebangsaan sangat penting, untuk memupuk dan membangun masyarakat yang memiliki wawasan kebangsaan dan cinta tanah air, serta untuk memperkuat benteng pertahanan Negara,” terangnya.

Wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat 6 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini memaparkan, di tengah pandemi Covid-19, kesatuan dan persatuan harus dirawat dengan baik agar dapat melewati masa sulit ini bersama-sama. Kita harus memupuk rasa persatuan dan kesatuan.

“Karena di tengah pandemi ini, banyak pihak yang meninginkan bangsa ini terpecah. Kita tidak boleh terprovokasi,” paparnya.

Empat pilar Kebangsaan, sambung Intan, merupakan sesuatu yang sangat essential dalam rangka memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Dan, kata dia, guru merupakan elemen penting di dalam menumbukembangkan semangat Empat Pilar.

Dia mengungkapkan, di era digitalisasi sekarang ini, tantangan yang dihadapi tidak lagi satu arah, melainkan banyak arah termasuk melalui media sosial. Karenanya, itu harus segera diimbangi dengan berbagai pendidikan karakter.

“Saya berharap bapak dan ibu Guru di SMP Islam Taufiqurrahman dapat membimbing muridnya dalam memanfaatkan Medsos dengan benar. Ini penting agar para siswa tidak menjadi konsumen dan produsen berita berita hoaks,” katanya.

Intan melanjutkan, esensi dari pendidikan itu adalah mempersiapkan anak-anak kita yang menjadi penerus bangsa dalam membangun kejayaan bangsa. Maka dia minta guru agar empat pilar kebangsaan ditanamkan pada anak-anak.

“Saya yakin, bapak dan ibu guru memiliki banyak inovasi yang bisa dilakukan untuk menanamkan semangat empat pilar ini. Ukhuwah Islamiyah Habluminannas, hubungan dengan manusia selain Habluminallah, hubungan dengan Allah, merupakan ajaran Islam yang sejalan dengan Pancasila,” lanjutnya.

Intan mencontohkan, salah satu musuh terbesar saat ini adalah bahaya narkoba. Bahkan, Indonesia sudah masuk pada fase darurat narkoba. Narkoba ini memiliki daya rusak yang sangat besar, melumpuhkan pola pikir, nilai budaya, dan segala yang menyangkut kepribadian bangsa Indonesia.

“Untuk itu, sekolah berbasiskan Islam, SMP Islam Taufiqurrahman harus menjadi garda terdepan dalam mengantisipasi penyalahggunaan narkoba karena dilarang oleh agama dan merusak sendi bangsa. Perang terhadap narkoba merupakan salah satu bentuk nyata membumikan 4 pilar kebangsaan di sekolah,” papar Intan.

Menurutnya, Narkoba merupakan musuh dari Empat Pilar Kebangsaan. Narkoba merusak setiap sendi kehidupan, mulai diri sendiri, keluarga, hingga bangsa dan negara.

Dia menambahkan, Empat pilar kebangsaan merupakan tiang penyangga sekaligus pondasi yang menentukan kokohnya sebuah negara. Dengan memahami dan memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar ini, akan menjadi kekuatan kita sebagai bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal.

“Penanaman nilai-nilai empat pilar kebangsaan ini, terus disosialisasikan agar kita sebagai anak bangsa selalu ingat arti pentingnya pilar dalam berbangsa dan bernegara. Empat pilar kebangsaan harus dipegang teguh, agar negara kesatuan tetap utuh,” imbuhnya.

Ia pun berharap nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di masa pandemi Covid-19. Sebab, Pancasila bukanlah hanya simbol sila-sila saja. Namun, harus bisa dilaksanakan dan diimplementasikan dalam kegiatan bermasyarakat.

“Dalam menghadapi pandemi Covid-19, sebagai warga Indonesia harus menjadikan nilai-nilai dalam Pancasila sebagai pedoman. Dengan demikian, nilai-nilai kemanusian dan kepedulian antarsesama semakin meningkat di masa pandemic,” pungkas Intan.