DepokNews–Sabtu (2/3), Lembaga Dakwah se-UI berkolaborasi dengan DT Peduli mengadakan Grand Opening Lembaga Dakwah se-UI di Balairung Universitas Indonesia dengan tema Kontribusi Pemuda dan Fenomena Hijrah di Era Milenial. Acara ini menghadirkan Ustadz Zaky Ahmad Riva’i (Penulis, Aktivis dan Hafiz), Annisa Rahma (ex Cherrybell), serta Anandito (musisi) sebagai pembicara. Dalam acara ini, hadirin juga diajak untuk berinfaq sekaligus berpartisipasi dalam program DT Peduli yang sedang berlangsung yaitu program 1000 rumah untuk Palu dan Lombok.

Mengenai tema Grand Opening LD se-UI kali ini, Ahmad Safe’I Ridwan selaku Ketua LDK Salam UI 2019 mengungkapkan bahwa pemuda seharusnya menyadari keberadaannya sebagai agen penggerak perubahan dengan berkontribusi nyata melalui ide-ide, gagasan-gagasan, maupun mengembangkan passion demi perbaikan di lingkungan sekitar. Selain itu, pemuda juga harus memiliki spirit untuk berhijrah. “Sungguh indah ketika semakin banyak orang yang menjadikan islam sebagai jalan hidupnya tetapi juga berkontribusi besar untuk kemajuan bangsa dan negara ini. Sungguh indah bukan?” tutur Safe’i.

“Harapannya acara ini menjadi momen kita sebagai muslim untuk bersilaturahim dan mempererat ukhuwah. Acara ini jugasyiar terbesar Lembaga Dakwah se-UI, spirit untuk berhijrah dan berbuat baik,” tambahnya.

Dalam sesi talkshow, para pembicara berbagi pengalaman dan ilmu mengenai berhijrah untuk pemuda di era milenial. “Untuk temen-temen yang ingin hijrah, kapanpun itu adalah waktu yang tepat untuk hijrah. Salah satu godaan setan itu adalah membuat kita bosen taubat, jadi bukan unuk membuat kita membuat dosa. Karena sifat alami manusia adalah membuat dosa atau kesalahan. Bertaubat adalah pilihan manusia,” tutur Ustadz Zaky Ahmad Rifa’i.

Ustadz Zaky juga menjelaskan bahwa sebetulnya kata hijrah yang ada pada al-qur’an dan al-hadis berarti berpindah secara fisik. Namun, istilah hijrah saat ini digunakan sebagai versi lembut dari kata taubat.

Pembicara juga berbagi mengenai persoalan dakwah bagi generasi muda saat ini. Menurut Anandito, pemuda saat ini hendaknya memanfaatkan potensi diri dalam berdakwah. ”Jaman sekarang mazhabnya anak muda itu harus keren dulu, jadi kita harus mengemas dakwah kita menjadi hal yang keren dan tentunya positif. Bisa dengan sesederhana nulis caption dan kata motivasi,” ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan dakwah, Anandito mengemukakan bahwa sebaiknya pemuda memegang prinsip yang jelas dan berani menyampaikan kebenaran. Ustadz Zaky menambahkan agar pemuda mencari teman dalam berdakwah serta berdakwah sesuai dengan potensi agar bisa tetap kuat meski dicaci-maki.

Sedangkan mengenai peran muslimah dalam berdakwah, Annisa Rahma berpendapat bahwa ada banyak cara yang bisa dilakukan muslimah saat ini. Hal tersebut bisa dilakukan dengan berbagi ilmu dengan orang terdekat maupun melalui media sosial. “tapi harus tetap dilihat dulu kontennya dan yang paling penting diamalkan juga,” ungkap Annisa. Ustadz Zaky juga menambahkan bahwa tidak ada pembatasan dalam berdakwah, namun manusia baik ikhwan maupun akhwat memiliki batasan dalam berperilaku. “Ketika dakwah pun tetap harus ada pembimingnya agar kita tidak salah jalan dalam menyampaikan dakwah,” ujar Ustadz Zaky.