DepokNews- Tidak ada tawar menawar posisi di Partai Golkar, dalam Pilkada Depok 2020. Berdasarkan keputusan DPP, Partai Golkar akan memperjuangkan posisi wali kota atau wakil wali kota Depok tahun 2021-2026.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, dr. Farabi El Fouz mengatakan, kemanapun arah koalisi, Partai Golkar tetap akan memerjuangkan posisi sebagai calon Wali Kota ataupun Wakil Wali Kota Depok.

“Yang jelas daya tawar kami harga mati, wali atau wakil, karena ini perintah DPP,” tegas Farabi, di Kantor DPD Partai Golkar, Grand Depok City, Kamis (20/2/2020).

Farabi melanjutkan, kerjasama tersebut agar jika keluar sebagai pemenang, meski hanya menduduki wakil wali kota, Partai Golkar tetap bisa melahirkan sebuah kebijakan yang berdasarkan janji kampanye.

Seperti pembangunan SMA Negeri di tiap kecamatannya yang dikatakan Farabi merupakan janji kampanye lama Partai Golkar kepada pemilihnya.

“Golkar akan membawa aroma perubahan yang konkrit, kalau PKS mau ikut kita dia juga harus berubah, tentu siapapun calonnya nanti akan kita hormati,” papar Farabi.

Dalam struktur pemerintahan, posisi wali kota merupakan pemegang kewenangan dalam menentukan semua kebijakan.

Sementara wakil wali kota hanya berada di posisi yang terkesan hanya mengikuti apa yang menjadi keputusan wali kota.

Farabi mengatakan, bila nantinya Golkar menang dan duduk di kursi wakil wali kota, pihaknya tetap akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

“Golkar akan membawa aroma perubahan yang konkrit, kalau PKS mau ikut kita dia juga harus berubah, tentu siapapun calonnya nanti akan kita hormati,” papar Farabi.

Sehingga kesan bahwa posisi wakil wali kota hanyalah pendamping dan tak bisa berbuat banyak, dibantah Farabi.

“Golkar bukan partai baru, kami partai tertua dan berpengalaman,” tandasnya.(mia)