DepokNews–Sebagai entitas terkecil dari bangunan masyarakat, keluarga memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua GiGa Indonesia, Prof. Euis Sunarti kepada wartawan mengatakan itu saat berdialog bersama wartawan.

Dia mengatakan keluarga dengan ketahanan yang kokoh akan melahirkan bangsa yang kuat.

Bahwa saat ini laju degradasi terhadap tatanan kehidupan keluarga berkualitas tinggi sekali dibandingkan laju pembangunan keluarga secara regular.

Bila ada bencana alam atau bencana sosial, laju recovery lambat dan membutuhkan energi yang luar biasa.

“Misalnya bila ada anggota keluarga yang mengalami kekerasan, maka energi yang dibutuhkan untuk memulihkan mental dari trauma membutuhkan waktu berbulan-bulan,”katanya.

Demikian juga bila mengalami bencana alam, tidak cukup satu tahun keluarga bisa kembali hidup normal dan mandiri.

Dalam rangka mempercepat pembangunan, koordinasi strategi dan program Ketahanan Keluarga secara nasional, perlu dibentuk Koalisi Nasional Ketahanan Keluarga Indonesia (KN-KKI) sebagai wadah musyawarah yang bersifat independen, untuk menjadi mitra Pemerintah.

“KN-KKI adalah lembaga yang dibentuk mengemban fungsi dan amanat khusus terkait peningkatan efektifitas, pencarian dan penetapan upaya terobosan dan percepatan pembangunan ketahanan keluarga,”katanya.

Selain itu, KN-KKI juga bekerja untuk menyediakan sarana dan rekomendasi terkait peta jalan perencanaan jangka panjang dan menengah.

Termasuk didalamnya rekomendasi pembinaan, pengawasan, pengendalian dan rekomendasi efektifitas terobosan, serta percepatan pembangunan ketahanan keluarga.

Humas GiGa Retno Wijayanti menambahkan Komunitas Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia merupakan wadah berhimpunnya para pihak yang peduli dan ingin berpartisipasi dalam pembangunan keluarga.

Visi GiGa adalah membangun ketahanan keluarga untuk mencapai Keluarga sejahtera dan berkualitas.

“Kami GIGA Indonesia didirikan dengan tujuan mendorong pemerintah dan stakeholder lain pembangun keluarga untuk mengembangkan kebijakan ramah keluarga,”katanya.

Selain itu juga untuk meningkatan perlindungan anggota keluarga serta efektivitas pemberdayaan keluarga (seperti penyuluhan dan konseling) pada berbagai tahap perkembangan keluarga.

Keragaman sosial ekonomi dan zona agroekologi juga menjadi tujuan dibentuknya GiGa.