DepokNews- Komunitas Penggiat Keluarga (GiGa) yang merupakan wadah berkumpulnya para pihak yang peduli, dan ingin berpartisipasi dalam pembangunan keluarga menginisiasi berdirinya Koalisi Nasional Ketahanan Keluarga Indonesia (KN-KKI).

Launching akan dilaksanakan pada 22 Desember 2020 bertepatan dengan hari ibu. Pelaksanaannya akan dilakukan secara virtual dimana akan dihadiri berbagai unsur non pemerintah, yaitu akademisi, peneliti dari perguruan tinggi serta lembaga kajian dan pengembangan. Juga akan hadir perorangan yang berkontribusi nyata dalam pembangunan keluarga, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, media, dan dunia usaha. 

“Dalam rangka mempercepat pembangunan, koordinasi strategi dan program Ketahanan Keluarga secara nasional, perlu dibentuk Koalisi Nasional Ketahanan Keluarga Indonesia (KN-KKI) sebagai wadah musyawarah yang bersifat independen, untuk menjadi mitra Pemerintah. Oleh karena itu kami akan melaunchingnya di hari ibu nanti,” jelas Ketua GiGa Indonesia, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si.

Euis menjelaskan, KN-KKI adalah lembaga yang dibentuk mengemban fungsi dan amanat khusus terkait peningkatan efektifitas, pencarian dan penetapan upaya terobosan dan percepatan pembangunan ketahanan keluarga. Selain itu, KN-KKI juga bekerja untuk menyediakan sarana dan rekomendasi terkait peta jalan perencanaan jangka panjang dan menengah.

Termasuk didalamnya rekomendasi pembinaan, pengawasan, pengendalian dan rekomendasi efektifitas  terobosan, serta percepatan pembangunan ketahanan keluarga.

Dibentuknya KN-KKI melihat saat ini laju degradasi terhadap tatanan kehidupan keluarga berkualitas tinggi sekali dibandingkan laju pembangunan keluarga secara regular. Bila ada bencana alam atau bencana sosial, laju recovery lambat dan membutuhkan energi yang luar biasa.

Misalnya bila ada anggota keluarga yang mengalami kekerasan, maka energi yang dibutuhkan untuk memulihkan mental dari trauma membutuhkan waktu berbulan-bulan. Demikian juga bila mengalami bencana alam, tidak cukup satu tahun keluarga bisa kembali hidup normal dan mandiri.

Sebagai entitas terkecil dari bangunan masyarakat, keluarga memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keluarga dengan ketahanan yang kokoh akan melahirkan bangsa yang kuat. 

“Sesuai dengan visi GiGa yaitu membangun ketahanan keluarga untuk mencapai Keluarga sejahtera dan berkualitas serta tujuannya juga untuk mendorong pemerintah dan stakeholder lain pembangun keluarga untuk mengembangkan kebijakan ramah keluarga.

Selain itu juga untuk meningkatan perlindungan anggota keluarga serta efektivitas pemberdayaan keluarga (seperti penyuluhan dan konseling) pada berbagai tahap perkembangan keluarga. Keragaman sosial ekonomi dan zona agroekologi,” tutupnya.(Mia)