DepokNews– Indonesia berduka….bencana gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menyisakan luka dan trauma yang mendalam. Seperti yang dikutip dalam Tribunnews.com, pada kamis, 16 Agustus 2018, petugas mencatat jumlah korban meninggal dunia terus bertambah hingga saat ini mencapai 460 orang. Angka kerugian akibat gempa mencapai Rp. 7,45 triliun.

Gempa juga mengakibatkan ratusan sekolah hancur, sehingga para siswa di Lombok pun terpaksa bersekolah ditenda-tenda darurat. Sampai dengan saat ini (Kamis, 16 Agustus 2018) pukul 05.00 WITA atau 06.00 WIB Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan total terdapat 698 gempa susulan yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gempa yang terus menerus terjadi ini menyebabkan trauma dan penderitaan yang mendalam dialami oleh orang tua sampai dengan anak kecil di pulau yang dijuluki seribu masjid ini. Mereka trauma berada didalam rumah, gedung-gedung, maupun rumah sakit. Mereka merasa aman berada ditenda – tenda pengungsian walaupun dengan kondisi yang apa adanya. Mereka mencoba bertahan hidup dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dengan pakaian, makanan, yang tentunya perlu menjadi perhatian saudara sebangsa setanah air Indonesia.

Sebagai bentuk solidaritas sebagai anak bangsa, maka warga perumahan Gading Depok Residence, melalui Persatuan Ibu – Ibu Gading dan DKM Masjid Ashiyaam bidang Baitul Maal, di support penuh oleh Ketua RT 05/04 dan RT 08/04 beserta para tokoh masyarakat dan masyarakat, melakukan gerakan kepedulian berupa pengumpulan pakaian layak pakai oleh persatuan Ibu-Ibu Gading Depok Residence, dan “Gerakan Kotak Amal Juma’at untuk

Saudaraku di Lombok” oleh DKM Masjid Ash Shiyaam. Adapun untuk pakaian layak pakai penyalurannya melalui PT Pos Indonesia sedangkan untuk hasil pengumpulan infaq jum’at di masjid Ash Shiyaam akan disalurkan melalui SEBI Social Fund (SSF) untuk disalurkan kepada mahasiswa-mahasiswi yang rumahnya hancur akibat gempa.
Harapan kita semua, agar bencana ini segera berkahir dan saudara-saudara kita dapat hidup dan beraktifitas seperti sedia kala. Karena dibalik ujian adalah anugrah. (Aher)