Depok – Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PKS Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A, mengadvokasi bantuan dari Kemenag RI untuk Kemenag Depok sehongga Kemeneg RI menggelontorkan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) senilai 2,3 M ke 147 Lembaga di Kota Depok.

Dalam Sosialisasi BOP yang digelar pada Sabtu (12/9) di Pondok Pesantren Madinatul Quran, Cilodong Kota Depok, Nur Azizah mendapatkan Apresiasi dari Kementerian Agama Kota Depok karena dapat mengadvokasi Kemenag RI untuk menyalurkan BOP lembaga keagamaan di Kota Depok.

Hj. Aliyah selaku perwakilan Kemenag Depok di Bidang Evaluasi dan Pembinaan Keagamaan, yang hadir secara virtual dalam agenda sosialisasi mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi hasil kerja Nur Azizah dan Tim. “Kami mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya atas terselenggaranya kegiatan ini yang difasilitasi oleh Ibu Nur Azizah Selaku Aggota Dewan Komisi VIII DPR RI beserta tim nya yang selalu berkoordinasi dengan Kemenag Kota Depok”. Jelas Aliyah.

Aliyah juga menyampaikan bahwa pihaknya selama ini selalu berkomunikasi dengan baik dengan tim Nur Azizah dalam proses penyaluran BOP ini. “Alhamdulillah semua berjalan dengan baik, kami juga perlu sampaikan kepada seluruh pimpinan lembaga, kami berkomunikasi dengan pihak ibu Nur, yang kami ajukan ini adalah lembaga-lembaga yang berada di bawah organisasi mitra baik itu lembaga TPQ yang berada di bawah naungan IGTKA, BKPAKSI, dan BKPRMI. Alhamdulillah di Kota Depok ini ada 102 lembaga TPQ dan 45 lembaga Ponpes yang mendapat bantuan BOP Kemenag Jalur Dewan ini”, Jelas Aliyah.

Menurut Aliyah fakta yang ada di Kota Depok, Pesantren-pesantren dan TPQ dimasa Pandemi ini sangat membutuhkan bantuan, namun Kemenag Kota Depok tidak memiliki anggaran khusus untuk itu. “Karena bantuan untuk lembaga keagamaan di Kemenag Kota Depok itu tidak ada mata anggarannya, kalaupun ada diminta dari pusat itupun hanya beberapa saja yang mendapat bantuan, sangat sedikit. Saya sangat bersyukur, Alhamdulillah ada hikmah dari pandemi ini, melalui jalur desakan Dewan ke Kemenag RI, Pensantren-pesantren dan TPQ di Kota Depok dapat tersentuh untuk mendapatkan bantuan yang nominalnya cukup besar, jika ditotalkan mencapai sekitar Rp. 2,3 Milyar”, terang Aliyah.

Kegiatan Sosialisasi yang dihadiri oleh Perwakilan BKPRMI Hj. Masanih, Perwakilan BKPAKSI Hj. Ririn, Perwakilan IGTK Faisal, Pimpinan FKPP Wawan Juanda, sementara perwakilan Pesantren diwakili oleh Pimpinan Pondok Pesantren Madinatul Quran selaku tuan rumah. Serta dihadiri juga oleh anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Ustadz Muhammad Suparyono. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh sekitar 187 lembaga penerima BOP baik dari Kota Depok dan Kota Bekasi.

Sementara itu, Nur Azizah berharap agar kegiatan ini berjalan dengan lancar hingga BOP dapat tersalurkan dengan baik kepada lembaga-lembaga penerima. “Selanjutnya saya berharap Ponpes, MDT dan TPQ memanfaatkan bantuan tsb sesuai Juklak/Juknisnya, yaitu untuk Operasional Pendidikan dan Pencegahan penyebaran Covid-19” terang Nur Azizah.

Nur Azizah menjelaskan bahwa dalam proses advokasi BOP Kemenag RI ini, ada Tenaga Ahli dan Sekertaris Ahli dari pihak Nur Azizah yang diajak komunikasi langsung dengan pihak Kemenag RI terkait dana BOP ini. “Ajuan awal kami untuk Ponpes adalah 100 Pasantren untuk MDT 200 dan untuk TPQ 200 untuk satu dapil. Namun karena ada prosedur yang cukup rumit diterapkan oleh Kemenag RI, dari sekian banyak ajuan tersebut yang lolos verifikasi hanya 46 Ponpes, 140 TPQ dan 1 MDT. Di Kota Depok dan Bekasi, dengan Total nilai bantuan sebesar Rp. 2.645.000.000,00”, Jelas Nur Azizah.

Nur Azizah menjelaskan bahwa bantuan yang digelontorkan Kemenag RI melalui jalur dewan ini berada dibawah Dirjen Pendidikan Islam. “Dulu saat saya ajukan masih dibawah Dirjen Pendis Pak Kamaruddin Amin, namun bulan lalu sudah digantikan oleh bapak Ali Ramdhani. Meskipun begitu terus kami follow up kepada Dirjen Pendis Baru agar ajuan kami dapat segera direalisasikan. Dan Alhamdulillah saat ini sudah dapat terdistribusi kepada lembaga-lembaga ajuan kami yang sudah lolos verifikasi” Jelas Nur Azizah.