DepokNews–SIT Nurul Fikri menyatakan siap untuk melanjutkan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) jika Pemerintah Daerah baik Provinsi ataupun Kota memperbolehkan sekolah untuk mengadakan proses PTMT.

https://bit.ly/FRAMELENTUREKONOMIS

Untuk kesiapan fasilitas sarana dan prasarana sudah memadai dan mengikuti ketentuan protokol kesehatan WHO. Mulai dari fasilitas kesehatan pengecekan suhu tubuh untuk siswa, guru, dan pegawai, cairan pembersih tangan serta wastafel yang disediakan di setiap lantai sekolah. SIT Nurul Fikri juga telah menjalin kerja sama dengan Puskesmas setempat untuk memantau status kesehatan siswa yang mengikuti PTM.

Selain kesiapan tersebut, SIT Nurul Fikri menggelar sentra vaksin yang diutamakan untuk siswa-siswi SIT Nurul Fikri dan masyarakat umum pada Kamis (9/9). “Ini adalah pelaksanaan vaksinasi kerjasama dengan Dinas Kesehatan Dinkes Kota Depok melalui PKM Tugu,” ujar Ketua Satgas Covid SIT Nurul Fikri, Ahmad Sukarya.

Kegiatan vaksinasi ini bertujuan untuk mendorong proses vaksinasi di Kota Depok semakin massif, khususnya warga SIT Nurul Fikri sehingga proses pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan.

“Karena vaksinasi itu satu syarat baik itu guru maupun siswa untuk menyelenggarakan PTM. Nah, tentunya dalam pelaksanaan PTM ini juga kita berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan ya, tidak serta merta semua sudah tervaksin lalu besoknya kita bisa mengadakan PTM, tidak. Tapi tetap kita mengikuti apa namanya aturan pemerintah setidaknya ketika pemerintah mengaungkan PTM dilaksanakan kita sudah siap ya, bahwa guru, pegawai, siswa semuanya sudah tervaksin, itu tujuan utamanya,” terang Sukarya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan vaksinasi bisa memutuskan pendemi penyebaran virus corona dan mampu meningkatkan imunitas warga SIT Nurul Fikri dan sekitarnya.

Dalam pelaksanaan PTM nanti, SIT Nurul Fikri tetap berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk meminta persetujuan mengikuti PTM. “Kalau masih ada orang tua yang belum mengizinkan anaknya masuk maka pelayanan pembelajaran dilakukan secara online, tapi kalau memang anak-anak itu diizinkan maka mereka mengikuti tatap muka di dalam kelas. Bisa jadi sebagian memilih online sebagian offline, kita layani dua-duanya,” tambahnya.