Gelar Nobar Rumah Makan Lele Nongkrong Diserang Sekelompok Tak Dikenal

Posted on

DepokNews- Gelar nonton bareng (Nobar) antara Persib melawan Persiba Balikpapan, Minggu malam (11/6),rumah makan Lele Nongkrong diserang sekelompok orang tak dikenal.

Rumah makan yang berlokasi di Jalan Merdeka Raya Kecamatan Sukmajaya ini, diperkirakan diserang 40 orang saat nobar berlangsung.

Management Lele Nongkrong, Hapid Subhan mengatakan peristiwa tersebut terjadi pukul 21.20 WIB. Pihaknya juga menegaskan sebelumnya Lele Nongkrong tidak pernah menggelar acara nonton bareng Persib.

“Customer bebas mau nonton apa saja. Khusus nonton bareng, kami tidak
memihak salah satu klub. Baik klub luar negeri dan domestik. Semua kami suguhkan sebagai bagian
dari servis kami ke customers. Pada hari itu juga tidak ada nonbar. Kelompok ini nyangka kami adain nonbar. Terus mereka langsung ngamuk dan menyerang secara membabi buta,” jelas Hapid, Senin (12/6).

Dirinya mengungkapkan pada saat kejadian ia kebetulan berada di tempat lokasi kejadian. Rusuh, dan rata-rata anak ABG ini membawa senjata tajam. Mereka merusak barang yang ada di warung, lampu taman pecah.

“Sepeda motor customer ada yang rusak. Bahkan HP ada yang hilang,” ungkapnya.

Ia pun langsung menghubungi pihak kepolisian. Tak berapa lama, petugas langsung datang dan menangkap sebagian pelaku.

Pasca kejadian tersebut, pihaknya memilih untuk tetap membuka tempat makannya. “Tadinya mau tutup, tapi mengingat ini bulan suci Ramadhan dan kami anggap peristiwa itu musibah. Lele Nongkrong tetap buka karena kami yakin saat Ramadhan ini, Allah SWT akan berikan keamanan dan kemudahan,” terangnya.

Dia berharap kepada Pemkot Depok agar pemerintah memperhatikan perangan jalan yang minim di sekitar lokasi kejadian.

“Sebagai salah satu pelaku usaha kecil menengah jujur saja saya was-was. Apalagi setelah kejadian itu benar-benar saya alami. Saya harap penerangan lampu di Jalan Merdeka ditambah dan juga perlu peran orangtua mengawasi anak-anak nya. Masa anak remaja begitu bawa sajam sih,” paparnya.

Atas peristiwa tersebut tidak hanya kerugian material saja namun non material juga dirasakan.

“Non material yang luar biasa dirasakan. Rasa kenyamanan, image warung, itu kerugian yang paling besar dirasakan. Kami tetap berikan yang terbaik untuk para customer,” pungkasnya.(mia)