DepokNews–Kampus UI-‘Ari Kuncoro Dekan Fakutas Ekonomi UI menjadi Rektor Universitas Indonesia periode 2019-2024 menggantikan rektor sebelumnya Muhammad Anis

Ari terpilih setelah meraih 16 suara disusul Abdul Haris Dekan Fakultas MIPA UI memperoleh tujuh suara dan
Budi Wiweko tak mendapat suara pada kegiatan Pemilihan Rektor UI di gedung Art lingkungan kampus UI pada Rabu (24/9).

Dalam sambutan singkatnya, Ari bertekad membawa UI lebih baik.

Dia bakal merangkul semua potensi-potensi yang dimiliki kampusnya.

“Kami akan sinergi, kolaborasi, untuk kemajuan UI,”katanya.

Ari Kuncoro adalah seorang dosen FEUI yang juga sering menjadi dosen tamu di berbagai universitas di dunia. Ari sering pula mengajar di Amerika Serikat.

Dia tamat dari FEUI pada tahun 1986. Pada saat itu konsentrasi yang dia pilih adalah di bidang ekonomi moneter dengan judul skripsi “Prospect of Deficit Financing in Indonesia: A Simulation Study Using Macro Econometric Model”. Setelah itu, beliau melanjutkan jenjang master nya di Master of Arts, University of Minnesota, USA.

Ari memperoleh gelar S2 nya pada tahun 1990 dengan konsentrasi Development Economics. Tesis yang beliau tulis berjudul “Technical Efficiency in Indonesian Manufacturing Industry: Estimation with Stochastic Frontier of Production Function”.

Ketua MWA UI Saleh Husin menambahkan penetapan Rektor terpilih dilakukan melalui proses Rapat Paripurna MWA UI yang akan dilakukan pada hari yang sama (25/9) di Ruang Rapat, Makara Art Center, Kampus UI Depok.

Di dalamnya membahas dan mengevaluasi hasil debat publik sesuai dengan persyaratan, yang kemudian akan menetapkan Rektor terpilih melalui mekanisme musyawarah untuk mencapai mufakat atau Pemungutan Suara oleh anggota MWA.

Jika mufakat tidak tercapai, MWA melakukan pemungutan suara untuk menetapkan Rektor Terpilih.

Pemungutan suara dilakukan secara bebas yaitu setiap anggota MWA (kecuali Rektor, atau Pejabat Rektor yang secara ex-officio menjadi anggota MWA) berhak memberikan suaranya tanpa paksaan dan tekanan oleh atau dari siapapun.

Adapun jumlah Anggota MWA UI yang berhak untuk memilih berjumlah 15 orang.

Setiap Anggota MWA memiliki hak 1 (satu) suara kecuali Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mempunyai 35% (tiga puluh lima persen) hak suara dari jumlah seluruh hak suara atau 8 suara.

Proses pemilihan Rektor UI berjalan berdasarkan asas profesional, non-diskriminatif, akuntabel dan transparan.

“Kami berharap, siapapun Rektor UI Terpilih kelak adalah pribadi yang terbaik dan telah siap untuk semakin memajukan UI serta bangsa Indonesia, katanya.