DepokNews – Isu sampah adalah salah satu isu yang amat kompleks khususnya sampah rumah tangga. Lubang biopori merupakan salah satu dari berbagai cara yang efektif dalam mengurangi sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Selain itu biopori juga efektif sebagai tempat serapan air dan menjadi sarana cadangan air tanah.

Dalam rangka gerakan sejuta biopori dan mendukung program Wali kota Depok Mohammad Idris dalam 100 hari kerja yakni membuat 100 ribu lubang resapan. Komunitas Bank Sampah kecamatan Tapos menggandeng Kepanduan DPC PKS kecamatan Tapos kota Depok, mengadakan Launching Gerakan 1000 Lubang Biopori.

Pencanangan pembuatan lubang serapan biopori di kecamatan Tapos dilaksanakan pada hari Sabtu (1/5/21) di Fasum RW 020 Kelurahan Sukatani. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris kecamatan Tapos Lurah Sukatani Cahyanto, Koordinator Bank Sampah kecamatan Tapos Roihatul Jannah, koordinator Bank Sampah kelurahan se-kecamatan Tapos, Ketua RW 20 beserta ketua RTnya dan tokoh masyarakat RW 020 Sukatani, acara berjalan lancar.

Sambutan dari aparatur pemerintahan dan komunitas bank sampah pada acara tersebut menjelaskan seputar lubang biopori. Dari mulai kegunaannya, pembuatannya, dan sampai pada penjelasan bahwa program ini merupakan bagian dari program kerja 100 hari Wali kota Depok.

Humas Kepanduan DPC PKS Tapos, Surono mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Komunitas Bank Sampah Kecamatan Tapos. Keterlibatan Kepanduan PKS adalah sebagai pelaksana dan penyedia tenaga di lapangan. Apalagi gerakan ini untuk mendukung program pemerintah kota Depok.

“Kepanduan PKS menyambut baik dan mendukung program pemerintah kota Depok dalam hal ini bersama Komunitas Bank Sampah Tapos untuk melaksanakan gerakan pembuatan lubang biopori di rumah warga,” ujar Surono.

Pada acara pencanangan, ada 100 lubang biopori di RW 020 Sukatani yang dibuat oleh Kepanduan PKS. Tiap rumah rata-rata dibuatkan 2 dan 3 lubang. Warga menyambut positif kegiatan ini.

“Kemarin kita sudah buat 100 lubang. Tanggapan warga positif dan berterima kasih dengan gerakan 1000 lubang biopori yang dibuat PKS dan komunitas bank sampah ini,” ungkap Surono.

Menurut keterangan Surono, rumah-rumah yang mau dibuatkan lubang biopori dikenakan biaya minimal Rp 10.000 untuk alat dan bahan biopori.

” Warga yang rumahnya mau dibuatkan lubang resapan biopori dikenakan biaya yang terjangkau hanya 10 ribu rupiah saja. Bahannya pipa paralon dan tutupnya. Untuk tenaganya gratis, ” tutup Surono.

Bagi warga kecamatan Tapos yang rumahnya mau dibuatkan biopori bisa menghubungi: Nina Suhertina, Humas Bank Sampah kec. Tapos – WA/me; 081212767414. (shl)