Gali Potensi Masyarakat, KSP Makmur Adakan Pelatihan Membatik Tradisional

Posted on

DepokNews — Untuk menggali potensi dan mengembangkan minat masyarakat Depok dalam hal membatik, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Makmur yang beralamat di Perumahan BSI Pengasinan, Kecamatan Sawangan, menggelar pelatihan membatik tradisional, Minggu (12/3/2017).

Acara yang menggandeng Dekopinda dan PKK Kota Depok itu diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah di Kota Depok. Dalam kesempatan itu KSP Makmur meluncurkan Batik Tradisional yakni Batik Ttradjumas.

“Di Depok ini potensinya luar biasa, namun yang memiliki kemampuan untuk membatik masih minim. Dari itu, setelah dibuka pelatihan ini kami akan berkomitmen untuk mengembangkan minat membatik tradisional untuk menjunjung masyarakat Depok menjadi lebih baik dan sejahtera,” ujar Suharno, Ketua KSP Makmur, kemarin.

Dirinya sengaja mengembangkan batik tradisional untuk menggali potensi dan nilai-nilai budaya, kultur dan sejarah yang ada di Kota Depok. Dikatakannya, Depok telah memiliki 10 batik dan memiliki hak paten, ditambah satu batik ODNR. Namun sebagian besar itu masih printing dan dari luar.

“Di sinilah kita sebagai warga Depok harus memiliki komitmen untuk mengembangkan batik tradisional. Kami mengembangkan 70 persen ikon Kota Depok seperti Gong Si Bolong, Jembatan Panus, Paricara Dharma dan Ikan Manfish,” paparnya.

Dikembangkannya batik tradisional bermotif Ikan Manfish ini tak lain, kata dia, dikarenakan Depok juga sebagai daerah pembudidaya ikan hias terbesar dan pernah menjadi juara tingkat nasional beberapa tahun lalu.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Industri dan Perikanan Dekopinda Kota Depok, Rina Nurbaiti mengapresiasi atas diselenggarakannya acara tersebut. Ia juga menyampaikan terimakasihnya kepada Suharno sebagai pemilik Galery Batik Tradjumas Depok.

“Ini suatu kesempatan yang baik untuk kami dalam bidang pemberdayaan masyarakat, karena kami lebih di peran keluarga yang mayoritas ibu-ibu. Kami mengajak teman-teman bersinergi dengan TP PKK Kota Depok dari 11 kecamatan untuk mengikuti pelatihan tersebut,” imbaunya.

Dirinya berharap, budaya membatik tersebut dapat menjadi unggulan dan menjadi batik tuan rumah di Depok. Dikatakannya, KSP Makmur merupakan yang pertama mengembangkan batik tradisional.

“Ini terobosan yang baik, mudah-mudahan semua bisa bersinergi baik dari UKM, koperasi maupun masyarakat Depok,” katanya.

Anggota DPRD Depok, Mad Arif yang hadir dalam kesempatan itu berjanji akan mendorong pemerintah untuk mengembangkan batik tradisional yang ada di Kota Depok.

“Memang sudah seharusnya Depok ini memiliki ciri khas dalam hal batik, itu kami rasa bisa dikembangkan. Kami juga berharap pemerintah kota dapat menggunakan seragam bagi para ASN berupa batik khas Depok setiap minggunya,” tandasnya.

Pelatih batik sekaligus owner Batik Bogor Tradisiku, Samhudi Siswaya mengungkapkan dibutuhkan kesabaran dalam membatik. Dikatakannya, dalam membatik ada beberapa tahapan yang harus ditempuh seperti mendisain, membatik, pewarnaan, penjemuran dan pelorotan.

“Bahan yang berkualitas juga sangat menentukan dalam membatik. Berapa lamanya seseorang dalam membatik ditentukan juga dari bahan kainnya, sehingga satu dengan yang lain itu berbeda. Contoh Sutra dengan Prima, itu sama-sama disain namun tingkat kesulitannya berbeda-beda,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga peserta bisa langsung diajari membatik tradisional.