DepokNews–Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji melakukan penggalangan dana untuk perbaikan rumah Naim Abong yang mengalami ambruk.

“Pasca ambruk pada beberapa waktu lalu kami langsung melakukan pembenahan dengan menggalang dana”kata ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat setempat Suaip.

Dia mengatakan tahap pembenahan dengan membongkar atap yang awalnya kayu kaso diganti menggunakan atap baja.

“Karena kita akan buat krangka dari baja ringan, kita lagi cari dana ke dinas dan donatur”katanya.

Pihaknya juga sudah mengirimkan proposal ke walikota, dinas terkait dan ke Baznas bahkan ke anggota DPRD.

“Mudah-mudahan kami dapat bantuan itu dana yang dibutuhkan sekitar capai Rp 30 juta”,katanya.

Suaip menambahkan pihaknya akan melaporkan kejadian ini ke dinas terkait sehingga bisa mendapatkan bantuan.

“Kami dan warga lainnya akan bergotong royong membersihkan puing-puing dan melakukan penggalangan dana”katanya

Satu unit rumah yang dihuni Naim di Jalan Mandor Basir III RW 08, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji pada Jumat (6/7) sore secara tiba-tiba ambruk di bagian atap.

Kejadian ambruk di bagian atap
pertama kali diketahui oleh adiknya, Mulyani.

Mulyani yang rumahnya berada dekat dengan kediaman Naim mengaku mendengar seperti suara kayu patah.

“Saya kaget, sebab tidak ada hujan kok terjadi atap rumah Naim ambruk,”katanya.

Ambruknya atap rumah Naim juga diikuti oleh dinding penyangga dari batu bata jenis lama (batako) yang ikut ambrol.

“Saya mendengar bambu di atap itu patah soalnya bunyi suaranya keras banget dubrakk,”katanya.

Mukyani menambahkan saat kejadian, rumah Naim sedang diisi oleh dua orang keluarganya. Karena merasa ada yang ganjil, mereka akhirnya keluar rumah. Saat itulah rumah Naim ambruk atapnya.

“Untung saat kejadian tidak ada yang didalam rumah kami”katanya.

Akibat kejadian itu, seluruh keluarga Naim kini sementara tinggal dirumah kakak tertuanya yang ada didekat kediamannya.

Dugaan sementara atap ambruk karena usia bangunan yang sudah tua.

Atap dengan rangkaian bambu dinilai sudah tidak kuat menopang beratnya genteng.