DepokNews – Kampanye Pilkada Depok 2020 terus bergulir. Masing~masing Pasangan Calon berusaha menggaet simpati warga. Adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai pengusung berusaha memaksimalkan sosialisasi Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2 yakni KH. Mohammad Idris dan Ir. H. Imam Budi Hartono melalui metode direct selling (kunjungan dari pintu ke pintu).

Metode itu digunakan karena lebih efektif dalam mensosialisasikan paslon yang diusung, kata Humas Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Kecamatan Tapos Depok, M. Sahal, dalam kegiatan direct selling yang berlangsung di RW.020 di Tapos, Minggu (25/10/2020).

Kegiatan tersebut dilakukan serentak di 7 kelurahan di kecamatan Tapos, seperti kelurahan Tapos, Sukatani, Sukamaju Baru, Jatijajar, Leuwinanggung, Cilangkap, dan Cimpaeun dengan menghadirkan kader-kader PKS dari masing~masing ranting.

“Kami yakin sosialisasi Paslon nomor 2 yang diusung PKS, Demokrat, PPP, dan didukung Partai Berkarya lebih efektif dengan menyapa masyarakat melalui direct selling daripada memasang banner dan baliho di sejumlah ruas jalan,” ujarnya.

Sahal menilai dengan melakukan direct selling, masyarakat langsung bisa mengetahui siapa dan program apa saja yang dimiliki Paslon Nomor 2.

Selain menyosialisasikan Idris~Imam, direct selling ini juga bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat tentang waktu pilkada, cara mencoblos, syarat suara sah dan pembelajaran politik lainnya.

Humas PKS Tapos tersebut mengatakan bahwa masyarakat sekarang masih banyak yang belum mengetahui siapa saja calon~ calonnya dan belum paham tata cara pilkada.

“Bahkan banyak yang belum tahu kapan waktu pilkada,” kata Sahal.

Kader-kader PKS yang melakukan direct selling membawa dokumen yang berisi profil Idris~Imam, visi misi, serta souvenir berupa kalender, masker dan hand sanitiser.

Kader-kader ini menyambangi rumah warga dan menampung aspirasi mereka di setiap kelurahan.

“Hari ini ada sekira 9 RW se kecamatan Tapos yang mengadakan Direct Selling dan akan kami list tempat mana saja yang telah kami datangi,” lanjutnya.

Ia menekankan direct selling ini tidak bertujuan untuk memaksakan pilhan kepada warga melainkan hanya menyosialisasikan visi misi Paslon Idris~Imam serta menyerap aspirasi masyarakat.

Hasil direct selling ini akan menjadi acuan bagi Paslon Idris~Imam jika terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Depok periode 2021~2026.

(ms2020)