Ketua Fraksi PKS DPRD , Sri Utami

DepokNews–Langkah pencegahan dan penanganan pasien Covid-19 serta penanganan jaring pengaman sosial yang dilakukan Pemerintah Kota Depok diapresiasi Ketua Fraksi PKS DPRD

Menurut Sri Utami sejak awal wabah Covid di Depok pada pertengahan Maret 2020, Pemda Depok dinilai langsung sigap dengan melàkukan berbagai terobosan, seperti melakukan tindakan pencegajan secara masif dengan melakuka penyemprotan disinfektan. Hal ini dilakukan dg menggandeng potensi negara seperti Polri, PMI, swasta dan masyarakat di berbagai tempat. Kemudian pembentukan Kampung Covid di skala RW, yang dalam waktu singkat lebih kurang selama satu bulan telah terbentuk hampir di seluruh RW di Depok.

” Kurang lebih berjumlah 917 RW dimana setiap RW juga mendapat dana stimulan sebesar Rp 3juta, hal ini menumbuhkan kesadaran masyarakat di tingkat RW sekaligus menempatkan RW sebagai garda terdepan berperan dalam pencegahan penyebaran covid,”ujarnya saat dihubungi. Sabtu (30/5/2020).

Disamping itu Pemkot Depok juga melakukan testing atau tracking bagi pasien Covid-19 dan tercatat sudah ribuan orang telah dilakukan tes masa Covid-19 sehingga dengan hal tersebut lebih memudahkan untuk memetakan cluster penyebaran Covid-19.

” Kemudian dalam hal penangan pasien Covid-19 pemda juga menunjukkan kesigapannya dengan menggandeng Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, RSUI, serta RS swasta lainnya dan menyiapkan RSUD untuk menjadi Rumah Sakit rujukan penangan Covid-19,”katanya.

Selain itu Pemkot Depok juga telah menunjuk Puskesmas untuk membantu dalam pengetestan Rapid Test maupun pelayanan penanganan ODP dan PDP. Hal lain yang patut diapreaiasi juga adalah Pemda Depok telah proaktif mengajukan lock down di awal merebaknya wabah.

“Hal ini kemudian dirubah dengan istilah PSBB yang dinilai cukup efektif berperan menekan laju penularan covid 19,”ungkapnya.

Selanjutnya terkait dengan jaring pengaman sosial (JPS), Pemda Depok dengan cepat mengeksekusi penyaluran kepada 30ribu KPM sehari menjelang diberlakukannya PSBB.

” Ini dilakukan jauh mendahului bantuan provinsi dan pemerintah pusat. Bantuan ini dirasakan masyarakat sebagai meringankan sedikit beban hidup mereka,”ungkapnya.

Setelah itu menjelang Idul Fitri Pemkot Depok kembali menggulirkan bantuan sosial tahap kedua untk 51.300 KPM. program ini menunjukkan Pemda memahami persoalan kesulitan ekonomi yang dihadapi warga Depok yg terdampak Covid19.

” Sekalipun dalam penyalurannya masih ada kelemahan seperti kurang meratanya penerima bantuan, namun pada bantuan tahap kedua sudah cukup merata,”bebernya.

Terobosan yang cukup luar biasa juga yaitu peluncuran aplikasi picodep dan KSC-19. Sri berharap kedua aplikasi yang baru diluncurkan tersebut efektif untuk koordinasi antar pemangku kepentingan dari Gugus Tugas, OPD, camat lurah hingga RW/RT.

“Selain itu juga membantu masyarkat untk bisa memgakses dan melihati kondisi penyebaran Covid di wilayah mereka,”tuturnya.

Ditambahkan Sri dalam situasi dimana kondisi pandemi ini begitu mencekam, tidak ada pengalaman dan persiapan bahkan dalam skala negara. Maka kerja cepat dan improvisasi jajaran OPD dibawah kepimpinan walikota Depok pantas mendapat apresiasi.

“Saya juga berharap Walikota dan jajarannya juga bisa sigap bersiap mengahapi New Norma sehingga kita harapkan tidak terjadi second wave. Selain itu recovery sektor ekonomi yang perlu serius ditangani agar secepatnya bisa kembali pulih dan kehidupan ekonomi masyarakat tidak menjadi komplikasi ikutan dari wabah Covid19, pungkasnya.