Permainan ular tangga (Istimewa)

DepokNews- Pandemi Covid-19 membuat siswa melakukan pembelajaran secara Daring, guna mencegah penyebaran Covid-19 tidak hanya di Depok, tetapi juga di Indonesia.

Ketua Forum Kota Layak Anak (Fokla) Kota Depok, Retno Wijayanti mengatakan, Fokla bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (UI), dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat berbasis IPTEK, membuat permainan yaitu ‘Ular Tangga Bahagia’.

Program pengabdian masyarakat “Ular Tangga Bahagia” ini digagas oleh Dr. Nur Agustini, SKp., MSi bersama tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Menurut Retno, bermain merupakan hal yang disukai anak-anak. Orangtua bisa memasukkan edukasi dalam permainan, guna mengasah kemampuan anak.

Bermain merupakan hal yang sangat penting untuk perkembangan emosional, proses belajar, eksplorasi terhadap ekspresi diri dalam kehidupan. Bermain bagi anak merupakan sarana hiburan, pembelajaran, dan pengembangan yang efektif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak secara holistik baik fisik, psikologis, sosial, maupun emosional. Bermain memungkinkan anak untuk terlibat, membayangkan, membangun, menantang, dan menjelajahi lingkungannya serta membantu anak untuk keluar dari permasalahan yang dihadapi. (Kyle & Carman, 2017).

“Permainan ini merupakan salah satu pemenuhan hak bermain anak yang sekaligus menjaga kesehatan mental anak di masa pandemi, agar senantiasa merasa bahagia,” kata Retno, Kamis (5/11).

Permainan ini merupakan permainan ular tangga yang telah dimodifikasi dengan menggunakan berbagai ilustrasi informasi dan perilaku sesuai dengan perubahan yang diharapkan.

Permainan “Ular Tangga Bahagia” lebih mempererat hubungan antaranggota keluarga dan stres anak berkurang (dari anak sering mengamuk menjadi lebih tenang dan banyak tertawa)

Retno melanjutkan, Fokla Depok pun sudah beberapa kali bekerjasama dalam Pengabdian Masyarakat UI. Fokla sangat mengapresiasi kepedulian UI pada pembangunan di Kota Depok khususnya dalam pemenuhan hak anak.

“Melalui permainan ini anak akan merasa senang, tidak bosan dengan situasi belajar secara online. Baik jika orangtua menemani anak bermain, untuk menghindari kebosanan pada aban. Dan mempererat kebersamaan keluarga,” tutup Retno.(Mia)