Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI) kembali mengabdi pada negeri melalui program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) bertemakan Pembentukan Perilaku Etik Perawat berdasarkan Telaah Kode Etik PPNI dan Filosofi Florence Nightingale dalam pelayanan keperawatan. Kode etik inilah yang menjadi rujukan bagi perawat dalam berperilaku baik ketika memberikan pelayanan seperti The Lady of Lamp, Florence Nightingale yang mendedikasikan dirinya secara keseluruhan untuk menolong orang lain dengan menampilkan perilaku etiknya.

Masalah perilaku etik perawat kadang tidak menjadi perhatian serius untuk ditangani. Citra buruk sering melekat kepada profesi ini yang disebabkan perilaku yang tidak ramah, tutur kata yang kurang baik, acuh, sikap kurang tulus, sulit mendapatkan informasi, dan persepsi lain yang menggambarkan ketidakpuasan pelayanan dari perawat. Demikian disampaikan oleh ketua pelaksana pengabdian masyarakat FIK UI tahun Tuti Afriani, S.Kp., M.Kep.

Hal ini yang mendorong Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia untuk membantu perawat dalam menerapkan perilaku etik sebagai bagian dari pengabdian masyarakat di RSUD Depok. “Kami membantu perawat untuk mengenali dan berlatih bagaimana penerapan perilaku etik terhadap pasien dan keluarganya serta bagaimana penyelesaian masalah etik yang terjadi di rumah sakit” kata Tuti.

Tim Pengabdian Masyarakat Pembentukan Perilaku Etik ini diketuai oleh pakar etik dalam keperawatan dan dosen FIK-UI Dr. Krisna Yetti, M.App., Sc dan anggotanya Dr. Hanny Handiyani, S.Kp., M.Kep, Tuti Afriani, S.Kp., M.Kep. Pengabdi juga melibatkan mahasiswa Prodi Magister Ilmu Keperawatan peminatan Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan FIK UI yaitu Dyah Fitri Wulandari, S.Kp, Ns. Nurhayati Insani, S.Kep, Ns. Laras Adythia Pratiwi, S.Kep, Ns. Putri Nilasari, S.Kep. Tim pengmas melakukan serangkaian kegiatan sesuai dengan Kontrak Hibah Pengmas DRPM UI No.: NKB-1260/UN2.R3.1/HKP.05.00/2019 dan akan berakhir pada 6 Desember 2019.

Rangkaian pengmas menggunakan fase perubahan berencana Kurt Lewin yaitu unfreezing, moving, dan refreezing. Unfreezing dilakukan melalui pertemuan dengan Direktur RSUD membahas kebutuhan rumah sakit yang sejalan dengan perilaku etik perawat. Fase moving dilakukan tim pengmas bersama tim keperawatan RSUD Depok melalui kegiatan menyusun instrumen dan mengkaji perilaku etik perawat berdasarkan Telaah Kode Etik PPNI dan Filosofi Florence Nightingale, seminar dan workshop perilaku etik perawat yang dihadiri oleh 45 perawat RSUD Depok, menyusun buku sebagai acuan RSUD dalam membentuk perilaku etik perawatnya, dan evaluasi akhir kegiatan. Fase refreezing membutuhkan supervisi yang terus menerus berdasarkan buku panduan sampai perilaku etik merata terbentuk pada seluruh perawat dan dikuatkan dalam indikator kinerja individu perawat yang dinilai setiap saat.

Direktur RSUD Depok Drg. Asloe’ah Madjri, MKKK menyambut baik dan mendukung kegiatan pengmas FIK UI dengan tangan terbuka dan menekankan pentingnya kesinambungan pengabdian masyarakat FIK UI di RSUD Depok. “Kebetulan RSUD Depok akan melaksanakan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) pada Agustus 2019 ini sehingga pengmas ini sangat membantu meningkatkan semangat perawat RSUD Depok sebelum akreditasi dimulai” imbuhnya. Pelaksanaan perilaku etik perawat dengan menerapkan 4 prinsip etik sebagai perawat professional (respect to others, compassion, advocacy dan intimacy) tentunya sejalan dengan cita-cita RSUD tersebut.

Pembentukan Karakter Etik Perawat berdasarkan Telaah Kode Etik PPNI dan Filosofi Florence Nightingale dalam Pelayanan Keperawatan akan terlaksana jika program ini dilanjutkan dengan kegiatan rutin berkesinambungan dan terintegrasi dalam setiap kegiatan di RSUD. Harapannya perilaku etik perawat semakin dirasakan oleh masyarakat Depok yang mendapat pelayanan keperawatan di RSUD Depok. Pada akhirnya RSUD Depok akan menjadi RS yang semakin disenangi masyarakah Depok dengan pelayanannya yang ramah, cepat, dan nyaman (Race Man).