DepokNews–Dalam rangka menggiatkan program edukasi dan aplikasi pengelolaan sampah berbasis pemilahan sampah di Lingkungan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) , tim dosen FFUP yang diketuai oleh Dr. Nurita Andayani, M.Si dengan dibantu anggota apt. Moordiani, M.Sc, apt. Sondang Khairani, M.Farm, apt. Greesty F Swandiny, M.Farm, Esti Mulatsari, M.Sc., Wartini, A.Md, Rofiqoh Hadiyati, S.Kom., S. Pd. dan beberapa mahasiswa melaksanakan serangkaian kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Diawali dengan kegiatan penyuluhan tentang cara memilah dan mengolah sampah kepada pedagang – pedagang kantin dan petugas cleaning servis FFUP pada 21 September 2020, kegiatan PKM disambut sangat baik oleh Dekan FFUP Prof. Dr.apt. Shirly Kumala, M.Biomed., Dalam kegiatan tersebut disampaikan tentang jenis jenis sampah, cara memilah sampah organic dan anorganik, peluang – peluang memanfaatkan sampah menjadi produk yang bermanfaat dan tentang rencana pengelolaan Bank Sampah FFUP. Tidak hanya memberikan penyuluhan, untuk mendukung realisasi program pemilahan sampah di FFUP, melalui program PKM ini, tim dosen pelaksana juga melakukan pengadaan beberapa set tempat sampah 3 jenis (bak sampah organik, anorganik dan B3) sebagai sarana pemilahan sampah di FFUP. Tempat sampah tersebut telah diserahterimakan kepada Dekan FFUP (23-11-2020).

Masih dalam rangkaian kegiatan PKM, tim menyelenggarakan acara talkshow dengan tema utama “pembuatan ecoenzyme” dengan menghadirkan konsultan dan penggiat hidup sehat, Fenti Atmawinata, S,St.(27-11-2020). Acara Talkshow dilakukan secara daring dengan zoom meeting platform yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan dosen FFUP. Dalam talkshow ini Bu Fenti menyampaikan dengan detail cara membuat ecoenzyme, mulai dari bahan – bahan yang diperlukan, alat dan prosedurnya. Tidak hanya itu, bu Fenti juga memaparkan aplikasi dan manfaat ecoenzyme dalam kehidupan sehari – hari yaitu antara lain sebagai pembersih udara, pengusir serangga, pencuci baju, mobil, dan sebagai organic fertilizer.  Ecoenzyme memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antijamur dan antivirus, tutur Bu Fenti sambil menunjukkan referensi berupa hasil penelitian dari jurnal international. Bu Fenti juga berbagi bahwasannya tidak sekedar berbicara dan tahu teori, Bu Fenti telah mengaplikasikan manfaat ecoenzyme ini dalam kehidupannya sehari – hari. Beliau seringkali menggunakan ecoenzyme untuk sanitizer alami, obat luka, pelembab kulit, cairan pel lantai, cuci piring dan mencuci buah dan sayur. Di akhir sesi bu Fenti menampilkan video pembuatan ecoenzyme dari sisa kulit buah, dimulai dari persiapan hingga panen dengan langkah – langkah yang sangat jelas dan menarik sehingga memperdalam pemahaman peserta dalam teknis pembuatan ecoenzyme.

Topik lain yang dipaparkan dalam acara talkshow ini adalah cara memilih dan memilah sampah yang disampaikan oleh apt. Moordiani, M.Sc dan pengelolaan sampah masker sekali pakai yang disampaikan oleh Esti Mulatsari, M.Sc.

Setelah apt. Greesty F Swandiny, M.Farm selaku moderator mengakhiri sesi penyampaian materi, dilakukan sesi tanya jawab yang dipandu dengan sangat interaktif oleh apt. Sondang Khairani, M.Farm. Semua pertanyaan dijawab dengan jelas dan tepat oleh narasumber. Tak hanya pertanyaan – pertanyaan, dalam sesi ini peserta yang merupakan civitas akademika FFUP juga menyampaikan saran – saran yang membangun dalam sistem pengelolaan sampah di FFUP.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa dan seluruh civitas akademika FFUP dalam hal pengelolaan sampah di lingkungan FFUP, saya harapkan semua sivitas akademika FFUP dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari” ungkap Prof. Dr. apt. Shirly Kumala, M.Biomed selaku Dekan FFUP saat memberi kesan pesan diakhir acara. Tidak berbeda dengan ungkapan Dekan FFUP. Dr. Nurita Andayani, M.Si, selaku ketua tim menuturkan bahwasannya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya mahasiswa dan civitas akademika FFUP tentang bahaya sampah yang menumpuk, serta memberi wawasan kepada para mahasiswa tentang cara pemilahan sampah dan pengolahan sampah. “Diharapkan dengan kegiatan kecil ini akan memotivasi peserta untuk mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri untuk berkontribusi mengurangi dampak sampah di lingkungan” Ungkap Nurita di akhir kegiatan.