DepokNews–Banjir merupakan salah satu bencana yang sering kali mengancam masyarakat di berbagai kota-kota besar di Indonesia, apalagi saat musim hujan tiba. Derasnya debit air yang mengguyur suatu wilayah dapat menyebabkan genangan air, akibatnya jalan raya, pertokoan, hingga perkampungan terendam banjir akibat hujan. Ketika air kotor dalam jumlah banyak menggenang, masalah kesehatan pun tidak dapat dihindari. Berbagai dampak ditimbulkan dari peristiwa ini, tak terkecuali penyebaran sejumlah penyakit pascabanjir. Penyakit pascabanjir adalah berbagai penyakit yang jumlah kasusnya akan meningkat setelah banjir dan musim penghujan. Secara umum, penyebaran penyakit pascabanjir disebabkan oleh tiga hal, yakni penyebaran melalui makanan dan minuman, melalui nyamuk dan melalui tikus.

Dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit pascabanjir, Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) turut andil dengan memberikan edukasi kepada warga RT 02 Depok Jaya, Kota Depok. Dalam kegiatan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan Dosen, Tenaga Kependidikan, Mahasiswa Sarjana (S1), Mahasiswa Diploma (D3) dan Alumni Fakultas Farmasi Universitas Pancasila dengan ketua pelaksana apt. Yuslia Noviani, M.Farm, pemateri Dr. apt. Yesi Desmiaty, M.Si., anggota tim dosen penyuluh apt. Drs. Moch Futuchul Arifin, M.Si., apt. Fahleni, M.Farm., dan apt. Moordiani, M.Sc. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan warga dengan mengikuti protokol kesehatan, yakni dengan memakai masker, mencuci tangan/memakai handsanitizer dan menjaga jarak. Warga yang hadir terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pukul 09:30 hingga 11:00 WIB. Ketua RT 02 Depok Jaya, Bapak Berlian DK, menyampaikan sambutan dan apresiasi yang sangat baik atas kegiatan yang dilakukan.

Edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit pascabanjir ini penting ditanamkan kepada masyarakat dalam rangka mengantisipasi bahaya pascabanjir dengan berbagai upaya, diantaranya upaya pencegahan (preventif) yang bertujuan agar wabah penyakit tidak menyebar dan upaya penanganan (kuratif) kepada para korban bencana banjir yang menunjukkan gejala-gejala terserang penyakit dengan pengobatan sebaik-baiknya. Upaya-upaya tersebut bertujuan untuk meminimalisir penyebaran penyakit pascabanjir dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dan memulihkan kondisi lingkungan pascabanjir khususnya dalam bidang kesehatan dan sanitasi.

Selain memberikan penyuluhan edukasi penyakit pascabanjir ini, tim PkM juga melakukan pengambilan sampel beberapa air tanah warga untuk diuji di laboratorium Jasa Pengujian dan Penelitian (QLab) FFUP untuk mengetahui kualitas air tanah di lingkungan RT 02 Depok Jaya. Pencemaran air tanah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat menimbulkan penyakit serius, sehingga perlu diketahui kualitas air tanah yang digunakan sehari-hari oleh warga.

Ketua RT 02 Depok Jaya berharap agar setelah kegiatan ini, FFUP dapat terus memberikan edukasi-edukasi kepada warga secara berkelanjutan.

*) FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PANCASILA (FFUP)

Oleh:

Yuslia

Yesi

Moordiani

Arifin

Fahleni