DepokNews- Anggota DPRD Depok, Farida Rachmayanti mengapresiasi penghargaan Nindya yang kembali di terima Pemkot Depok. Hal ini bisa dikatakan sebagai bentuk apresiasi komitmen untuk menuju Kota yang Layak Anak.

“Tentunya ini juga berkat dukungan semua para pemangku kepentingan anak seperti orang tua, keluarga, masyarakat di lingkungan RW ramah anak dan lainnya,” kata politisi PKS ini, Senin (2/8).

Anggota Komisi D DPRD Depok ini melanjutkan, penghargaan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI ini sebenarnya juga sebuah evaluasi berkesinambungan yang memacu Kota Kabupaten untuk terus berkelanjutan memberikan perlindungan kepada anak dan pemenuhan hak- haknya.

“Pemerintah pusat sudah memiliki indikatornya,” ucapnya.

Yang perlu dipahami bersama penghargaan KLA bukan menggambarkan sebuah Kota/Kabupaten tidak memiliki permasalahan anak. Namun penghargaan itu diberikan untuk sejauh mana konsistensi dan komitmennya. Tidak ada narasi dalam perundangan yang menyatakan bahwa kota layak anak adalah kota tanpa masalah anak.

Tapi Kota Layak Anak adalah Kota yang memiliki sistem pembangunan dan pelayanan publik dari Pemerintah Kota dengan dukungan dari orang tua, keluarga, masyarakat, swasta dan forum Anak guna pemenuhan hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui kebijakan, program, kegiatan dan penganggaran untuk kesejahteraan anak.

Tentu berbeda dengan pembangunan fisik dan angka pertumbuhan ekonomi yang hasilnya kasat mata. Penyelesaian permasalahan anak merupakan bentuk kegiatan investasi sosial yang hasilnya baru terlihat sekian tahun kemudian.

“Jadi stressingnya adalah sistem pembangunan dan pelayanan publik. Ini yang harus dilihat. Bukan semata-mata masalahnya. Sebab akan selalu muncul permasalahan anak yang muncul akibat adanya kompleksitas permasalahan di sektor lain. Misalnya kemiskinan,”

“Atau yang kita hadapi pada saat ini. Kondisi pandemi yang menyisakan dampak ekonomi, sosial maupun psikologis,” jelasnya.

Secara umum saat ini pasti banyak anak-anak yang kehilangan orang tuanya. Baik ayah atau ibu atau keduanya. Ini jelas menjadi sebuah permasalahan baru yang harus segera disikapi dan diantisipasi. Karena akan berpengaruh pada kondisi tumbuh kembang anak. Hak pemenuhan lingkungan keluarga bagi anak menjadi tidak utuh. Sehingga dalam kondisi ini anak membutuhkan pengasuhan alternatif.

Dan ini harus dipastikan berjalan. Siapa yg mengambil peran pengasuhan alternatifnya. Sehingga mereka tidak terabaikan apalagi terlantar.

Pendataan dan pemetaan kondisi harus segera dilakukan. Tentunya mudah bagi Kota Depok karena kita telah membangun infrastruktur lingkungan ramah anak skala mikro yakni RT atau RW ramah anak.

Tahap berikutnya adalah peta kebutuhan. Perlu diberikan daya dukung bagi mereka yang mengambil alih pengasuhan alternatif.

” Terutama jika mereka juga dalam kondisi keterbatasan. Seperti dukungan jaminam kesehatan, pendidikan atau akses pemberdayaan ekonomi dan lainnya,” tutup Farida.(mia)