DepokNews- Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Depok Endah Winarti, optimis pasangan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono dapat memenuhi janji-janji kampanye di Pilkada 2020 kemarin.

Optimisme ini lantaran keduanya dinilai mumpuni untuk memimpin Kota Depok menjadi lebih maju, berbudaya, dan sejahtera. Ditambah lagi, Mohammad Idris adalah Wali Kota Depok dua periode dengan didampingi Imam Budi Hartono sebagai Wakil Wali Kota Depok yang notabene berpengalaman di legislatif.

“Insya Allah pasangan ini paripurna. Pak Kiai Idris berpengalaman di eksekutif dimana memulai karir sebagai wakil wali kota dan kini menjadi wali kota selama dua periode. Pak Imam jangan ditanya lagi, beliau malang melintang di dunia legislatif, baik itu di DPRD Depok, maupun di DPRD Provinsi Jawa Barat,” tuturnya, Selasa (2/3/21).

Ia mengatakan, pekerjaan yang harus dikerjakan dalam waktu dekat ini untuk keduanya adalah penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok dalam periode ke depan.

“Pertama, beliau-beliau ini wajib menyusun RPJMD yang mana di dalamnya akan berisi 10 janji kampanye Idris-Imam,” ujarnya.

Kemudian, sambung Endah, Idris-Imam diharapkan dapat menuntaskan janji kampanyenya kepada masyarakat. Endah optimis keduanya dapat merealisasikan janji-janjinya kepada warga Depok.

Untuk diingat, Idris-Imam memiliki 10 janji dalam kampanye di Pilkada 2020 lalu. Yakni dana Rp 5 miliar per kelurahan, kemudian menciptakan 5.000 pengusaha atau start-up baru dan 1.000 perempuan pengusaha, insentif guru honorer dan guru swasta, pembangunan alun-alun serta taman hutan kota di wilayah barat, serta insentif pembimbing rohani.

Selanjutnya, insentif RT/RW dan LPM, pembangunan pusat olahraga dan UMKM, wifi gratis untuk masyarakat, sekolah atau madrasah negeri per kecamatan, dan terakhir pembangunan posyandu/posbindu di masing-masing RW.

“Ada 10 janji kampanye mereka yang begitu luar biasa. Salah satunya menciptakan 5.000 pengusaha atau start-up baru dan 1.000 perempuan pengusaha. Bila program ini terealisasi maka perekonomian warga Depok akan tambah lebih bagus lagi dan sejahtera,” jelas Endah.

Kemudian, pemberian insentif untuk pembimbing rohani menjadi plus untuk pasangan ini. Pasalnya, konsep religius yang digaungkan selama ini bukan hanya sekedar teori tapi diwujudkan dengan bantuan untuk para pembimbing rohani.

“Generasi yang unggul bukan saja mereka yang mengecap pendidikan formal saja, tapi juga harus disertakan pendidikan agama. Supaya generasi Kota Depok bukan hanya unggul dari sisi keduniawian saja, melainkan dari sisi kerohanian,” kata Endah.

Sementara, sambung Endah, janji pembangunan sekolah atau madrasah negeri per kecamatan juga menjadi salah satu yang dinanti warga Depok.

Meski begitu, Endah berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dapat bekerja sama dengan legislatif untuk bersama-sama menyelesaikan pandemi Covid-19.

“Semoga pandemi ini segera usai, dan masyarakat Depok dapat beraktivitas seperti sedia kala,” tandasnya.(Mia)