Empat Siswa Miftahul Ulum Wakili Depok di Jambore Literasi Tingkat Jabar

Posted on 153 views
DepokNews- SDIT Miftahul Ulum yang berada di Jalan Yayasan No.100 Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere mengirimkan empat siswanya yang terpilih mewakili Kota Depok dalam Jambore Literasi Jawa Barat 2017, di Kiarapayung, Jatinangor, Sumedang.
Keempat siswa tersebut adalah M Aouriel Ghifari, M Qusayry Abdullah, Asby Syafaraz Akram, dan Nazneen Kanee Laquisa. Mereka terpilih dari 1.700 siswa (SD-SMP) se-Provinsi Jawa Barat.
“Mereka berempat adalah siswa kelas 6 saat ini yang mendapatkan undangan langsung dari Gubernur Jawa Barat,” ujar Kepala Sekolah SDIT Miftahul Ulum Depok Dedy Susanto, Ahad (5/11).
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDIT Miftahul Ulum, Mudzakkir Harun Alrasyid menerangkan bahwa Jambore Literasi ini adalah “Tangguh Taklukan Tantangan, Menjadi Cahaya Peradaban”. Kegiatan dalam Jambore Pengembangan model Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Jawa Barat telah dirintis selama periode tahun 2012-2015, dengan adanya program pengembangan guru yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
“Selama kurun waktu tersebut tidak kurang dari 700 orang guru SD, SMP, SMA dan SMK Jawa Barat mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan singkat di Adelaide, Australia Selatan. Salah satu praktik pembelajaran yang baik di Australia Selatan adalah Premier’s Reading Challenge (PRC),” terang Mudzakkir.
Program ini mewajibkan siswa membaca minimal 12 buku dalam 10 bulan, untuk kemudian menulis review [ulasan] dan menceritakan kembali isi buku tersebut.
“Tujuannya adalah dalam rangka membudayakan baca, bercerita dan menulis,” ungkapnya.
Mudzakkir melanjutkan, siswa yang berhasil memenuhi akan memperoleh penghargaan berupa medali dari Perdana Menteri Australia. Model tantangan membaca tersebut diadopsi dan dikembangkan oleh
forum komunitas alumni teacher development yang kemudian diberi nama West Java Leader’s Reading Challenge (WJLRC) secara mandiri.
“Pada tahun 2016 Pemerintah Provinsi Jawa Barat memfasilitasi pelaksanaan WJLRC secara luas dengan menjadikannya sebagai program Dinas Pendidikan yang mendapat pendanaan penuh dari APBD Jawa Barat. Hal ini juga sekaligus merespon kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tutupnya.(mia)