Ketua KPU Depok, Nana Sobarna (Foto: Mia Nala Dini)

DepokNews- Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna mengatakan, jumlah petugas KPPS yang meninggal di Kota Depok bertambah menjadi empat orang.

Hingga Sabtu (4/5) secara nasional ada 440 petugas KPPS yang meninggal dunia pada Pemilu 2019 dan yang sakit berjumlah 3.788 orang.

“Hingga saat ini ada empat petugas KPPS yang meninggal di Depok. Semoga tidak bertambah lagi,” kata Nana beberapa waktu lalu.

Nana merinci, pertama korban yang meninggal adalah Niman Muslim (64) anggota KPPS TPS 15 Kelurahan Bedahan, Sawangan meninggal pada Senin (22/4).

“Almarhum kelelahan dua hari dua malam belum tidur hingga tubuhnya drop. Sebelumnya juga sempat kehujanan ketika mendistribusikan
logistik, kemudian demam tinggi,” jelasnya.

Kemudian, Arin, Anggota KPPS, TPS 10 Kelurahan Meruyung, Limo pada Jumat (26/4) yang meninggal di rumah. Nana, melanjutkan, Muh. Rosidi, Anggota KPPS, TPS 113 Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya pada Selasa (30/4)

Yang terakhir adalah Ahmad Fauzi meninggal pada Kamis (2/5) dinihari, Anggota KPPS, TPS 65 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung ini
diduga meninggal karena kelelahan.

“Memang informasi yang didapat kondisi kesehatan Fauzi menurun pasca pencoblosan. Fauzi juga sempat dirawat di RS Bhakti Yuda selama beberapa hari. Memang rata-rata setelah bertugas, mereka lelah, masuk rumah sakit dan meninggal,” jelas Nana.

Dari keempat korban tersebut, pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk santunan. Namun, hingga saat ini belum mengetahui follow up selanjutnya.

“Jadi ada koreksi, yang minta pengajuannya jangan ketua KPU, tapi ahli waris. Sifatnya berkaitan dalam administratif nantinya. KPU pusat juga
akan memberikan santunan, sedang dibahas mekanisme dan juklak juknisnya seperti apa,” terang Nana.

Dirinya beserta jajaran KPU Depok memanjaatkan doa untuk para korban.

“Kami berharap tidak ada korban lagi dan santunan untuk keluarga korban dapat segera direalisasikan,” tutupnya.(mia)