Elektabilitas Asyik Salip Rindu, Sudrajat: Saya Terus Berusaha Jemput Takdir dengan Usaha dan Doa

Posted on 927 views

DepokNews – Kabar mengejutkan datang dari Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang menyebutkan, tingkat elektabilitas pasangan calon gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub) Jawa Barat 2018 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) terus naik, bahkan mengalahkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu).

Lembaga survei itu menilai, kesuksesan Asyik menyalip Rindu tak lepas dari faktor leadership dan kapabilitas yang dimiliki Sudrajat yang kemudian dijdikan tolok ukur oleh masyarakat Jabar dalam memilih pemimpinnya untuk lima tahun ke depan.

Dengan nada sedikit merendah, cagub Jabar nomor urut 3 itu menyatakan, tanpa bermaksud mengabaikan hasil survei LKPI, dirinya bersama Ahmad Syaikhu hanya ingin tetap berkonsentrasi mengenalkan diri kepada masyarakat Jabar karena masyarakat sebagai penentu di Pilgub Jabar 2018.

“Justru dengan naiknya trend survei Asyik, harus jadi motivasi dan Ikhtiar bagi  mesin partai koalisi Gerindra, PKS, PAN ditambah PBB. Sayap-sayap partainya dan semua kader juga harus bergerak lebih keras untuk menang,” tutur Sudrajat seusai bersilaturahmi dengan Pimpinan Pondok Pesantren Syamsul Ulum KH Deddy Ismatullah di kediaman Deddy Ismatullah, Jalan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Sabtu (24/3/2018).

Selain terus menyapa masyarakat Jabar, kata Sudrajat, yang terpenting saat ini adalah, bagaimana masyarakat Jabar betul-betul mengetahui sosok, niat, dan partai pengusung calon pemimpinnya yang kira-kira bisa memberikan harapan lebih besar. Dia juga mengaku, sering mengingatkan masyarakat Jabar agar pandai-pandai memilih calon pemimpinnya. Meski begitu, Sudrajat yakin, masyarakat Jabar sudah pandai dan cerdas dalam menentukan pilihannya itu.

“Bagi saya, saya selalu menyampaikan komitmen saya, program-program yang memang logis, bukan program asal bunyi yang tidak bisa dilakukan. Makanya, saya mengatakan kepada masyarakat Jabar pandai-pandailah memilih pemimpin. Jangan terbuai dengan konsep-konsep yang tidak membumi,” jelasnya.

Disinggung langkah luar biasa yang akan dilakukannya bersama Ahmad Syaikhu di sisa masa kampanye yang tinggal sekitar dua bulan efektif, Sudrajat mengatakan, dia dan Ahmad Syaikhu akan terus menggenjot intensitas pertemuannya dengan seluruh kalangan masyarakat Jabar. Baginya, yang terpenting tidak membohongi masyarakat.

Selain itu, Sudrajat pun akan terus meyakinkan masyarakat untuk menelaah keempat pasangan cagub-cawagub Jabar, mulai sosok, niat, dan partai pengusungnya. Sebab, menurutnya, hal itu akan sangat menentukan platform politik dan kebijakan-kebijakannya ketika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Jabar.

“Saya hanya berdoa. Saya hanya ikhtiar, saya berusaha untuk menjemput takdir dengan dan doa,” tandas Sudrajat.

Diketahui, Direktur Ekesekutif LKPI Arifin Nurcahyo mengatakan, ketika secara spontan respoden ditanyakan siapa yang akan dipilih jika Pilgub Jabar digelar hari ini, maka pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu memperoleh 18,2 persen dan Ridwal Kamil-Uu Ruzhanul Ulum 17,4 persen.

“Selanjutnya, kata Arifin, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 22,3 persen, Tubagus Hasanuddin-Anton Charliya 6,2 persen dan belum memilih 35,9 persen,” sebut Arifin dalam siaran persnya, Jumat (23/3/2018).

Sementara, dalam pertanyaan tertutup mengunakan kuisioner terkait pasangan cagub-cawagub yang akan dipilih pada Juni 2018 nanti, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu kembali mengalahkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Sebanyak 21,2 persen responden memilih Sudrajat-Ahmad Syaikhu dan 16, 2 persen lainnya memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

“Pasangan lainnya, yakni Deddy Mizwar- Dedi Mulyadi 21,7 persen, Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan 8,9 persen dan yang belum memilih 32,1 persen,” katanya.

Survei itu dilakukan pada 26 Februari sampai 11 Maret 2018 dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar -/+ 2.1 persen dan tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan melibatkan 2.178 responden yang tersebar di 18 kabupaten dan 9 kota di Jabar secara proposional sesuai prosentase daftar pemilih tetap (DPT) di Jabar.