Eksklusifitas Bahan Voal di Hijab Rea Rai Signature

Posted on 716 views
DepokNews- Hijabers muda Indonesia kini lebih suka tampil praktis menggunakan jilbab segi empat. Tidak lagi satin yang menjadi favorit, kerudung bahan voal sedang tren dan ramai diperbincangkan.
Owner Rea Rai Signature, Renyta Amelia menjelaskan material kerudung voal nyaman digunakan saat melakukan kegiatan sehari-hari. Voal sendiri merupakan turunan dari bahan voile, tidak panas dan kedap ditelinga ketika digunakan. Ketika digunakan bisa tegak berdiri dan tidak mudah kusut meski dilipat.
“Bahan ini segmented karena eksklusif, namun jika sudah mengenal bahan ini orang akan ketagihan karena adem tidak panas,” ujar Renyta yang juga warga Kecamatan Sukmajaya ini, ditemui saat bazaar di D’mall, Sabtu (28/4/2018).
Di Rea Rai Signature sendiri, menyediakan hijab berbahan voal yang limited edition. Kualitas yang diberikan sangat detail, mulai dari pemilihan bahan, design dan jahitan. Hijab dibuat secara hand made sehingga menghasilkan karya yang tak biasa. Motif pun tidak banyak agar terkesan eksklusif.
“Sebelum bahan voal, kami sempat mencoba bahan silk dan lainnya. Namun ketika diaplikasikan design ke baham tidak masuk. Silk juga lebih cocok untuk acara, sedangkan voal bisa untuk dail activity ataupun acara resmi,” terangnya yang baru satu tahun ini menggunakan voal untuk hijabnya.
Eksklusifitas Rea Rai Signature pun dilihat dari jumlah yang dikeluarkan. Hanya sekitar 15 pcs, yang satu serinya ada tiga motif. Penjualan pun dilakukan secara online dan mengikuti bazaar, serta dapat custome sesuai keinginan pelanggan.
“Harga yang ditawarkan Rp205 ribu, dengan ukuran 115×115, sedangkan untuk custome berbeda harga. Mengapa mahal, karena bahan dasar voal dan hand made. Proses dari design sampai ke pewarnaan membutuhkan proses yang cukup sulit, untuk mendapatkan hasil akhir yang prima,” tukasnya.
Sementara itu, Desaigner Rea Rai Signature, Yogi Bandoro menerangkan design dari Rea Rai Signature berbeda, bergantung pada tema, seperti tema bunga, buah-buahan atau abstrak. Warna yang dipilih ada yang bold atau gelap atau pastel, tergantung selera pelanggan.
“Satu hijab kami buat tiga motif yang saling berkesinambungan. Jadi ketika dilipat di berbagai sisi akan menghasilkan motif dan warna yang berbeda, tapi tidak tabrakan. Dapat menghemat untuk pembelian satu hijab saja,” jelasnya.

Yogi melanjutkan, inspirasi bisa dari mana saja dan dibutuhkan ketekunan ketika memasukkan warna ke bahan voal, karena menggunakan teknik khusus.

Pelanggan voal pun beragam, dari remaja hingga orangtua. Yang membedakan hanya di motif dan warna saja, jika remaja lebih suka warna pastel sedangkan orangtua lebih terang.(mia)