DepokNews–Sudah beberapa bulan ini pemerintah memberlakukan physical distancing sehubungan dengan pandemi Covid-19. Akibatnya, hampir seluruh institusi pendidikan menerapkan pembelajaran daring, baik dengan menggunakan fasilitas kelas interaktif atau dengan menggunakan berbagai platform pembelajaran online seperti Zoom Meeting, Google meet dan aplikasi lainnya.

Namun, terdapat permasalahan yang lebih mendasar. Pembelajaran daring (online) memperparah kelemahan yang terdapat pada metode mengajar satu arah yang selama ini banyak diterapkan tenaga pendidik Indonesia – yang masih cenderung mengandalkan metode “menyampaikan” dan “memberikan latihan” di kelas.

Menurut Suryadi Tokoh Pemuda Sukmajaya yang juga lulusan dari Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, pembelajaran (daring) online guru seharusnya memahami bagaimana cara mengajar dan mendidik siswa dengan pembelajaran daring (online), bukan sekedar hanya memberikan tugas dan tugas guru pun selesai.

Lanjutnya, Guru harus bisa memberikan tugas yang tidak memberatkan siswa akan tetapi siswa dapat memahami tugas tersebut selama di rumah dan tugas tersebut efektif untuk siswa selama pandemi ini berlangsung.

Suryadi menambahkan, mayoritas siswa merasa pembelajaran daring (online) dirasa tidak efektif, karena dalam praktiknya guru lebih dominan dalam pemberian tugas bukan penjelasan materi. Sebenarnya ada kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran daring (online).

Suryadi menjelaskan, Kelebihan pembelajaran daring (online) diantaranya, pertama, siswa merasa lebih santai dan senang. Kedua siswa merasa punya lebih banyak waktu dirumah bersama keluarganya. Ketiga Siswa merasa lebih rileks dan tidak tegang dan masih banyak lagi.

Adapun Kekurangan pembelajaran daring (online) diantaranya, pertama siswa merasa boros dikarenakan kuota jadi cepat habis. Kedua Siswa merasa lebih sulit memahami materi yang disampaikan oleh guru dan masih banyak lagi.

Pembelajaran daring (online) guru bisa saja memberikan materi tambahan tentang pembiasaan kegiatan sehari-hari siswa, belajar kecakapan hidup atau keterampilan dan pembelajaran yang menyentuh seni, agama dan sosial agar murid tidak terbebani dan merasa berat dalam mengerjakan tugasnya dan ini merupakan tugas yang efektif dilakukan siswa selama di rumah, ujar Suryadi.

Kendati begitu, Suryadi juga mengakui bahwa metode belajar online ini memang masih kurang sempurna.

“Hanya saja, harus diakui bahwa memang pembelajaran dalam bentuk daring (online) itu tidak sempurna seperti pembelajaran di sekolah. Tapi itulah yang terbaik yang dilakukan, tidak ada pilihan lain untuk saat ini selama pandemi Covid-19 masih ada. Semoga Pandemi Covid-19 ini segera berlalu, agar guru dan siswa bisa belajar seperti biasanya di sekolah,” tutup Suryadi.

Suryadi, S.Pd (Tokoh Pemuda Sukmajaya)