DepokNews– Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A, Resmikan Lapangan Keserasian Sosial di RW 010 Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi pada Sabtu (12/12). Berdasarkan Aspirasi yang telah diserap, Nur Azizah mendorong Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) yang merupakan mitra Komisi VIII DPR RI, melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS), agar menyalurkan bantuan Program Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal untuk warga Kota Bekasi yang merupakan Daerah Pemilihan (Dapil) Nur Azizah. Kegiatan peresmian diawali dengan Sarasehan oleh Forum SATARA sebagai pengelola bantuan keserasian Sosial Kemensos RI.

Program Bantuan Keserasian Sosial ini merupakan Program dari Kementerian Sosial bertujuan untuk menciptakan kondisi damai di masyarakat sebagai upaya pencegahan bencana sosial seperti konflik dan teror yang terjadi di masyarakat. Bantuan Keserasian Sosial yang telah disalurkan kepada warga RW 010 Jakamulya Kota Bekasi ini dialokasikan warga untuk pembangunan lapangan keserasian sosial, yang terdiri dari Bale RW 010, Taman Bermain Anak-anak, Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga), Posyandu, dan beberapa fasilitas umum lainnya yang dapat dimanfaatkan warga.

Dalam peresmian ini turut dihadiri Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Andhika Dirgantara, Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Dr. Ahmad Yani, S.Pd, M.M, M.BA, Sekretaris Dinas BMSDA Kota Bekasi, Asep Kadarisman, SH, M.Si, Lurah Jakamulya yg diwakili oleh Sekretaris Kelurahan Jakamulya Bpk. Arja Wijaya, Ketua RW 10 Graha Indah, Nanang Wahyudi, Sekretaris RW 010 Eko Susanto, Ketua-Ketua RT, Kader PKK, Karang Taruna dan Tokoh Masyarakat.

Nur Azizah berharap dengan adanya lapangan keserasian sosial ini dapat menjadi sarana pembelajaran dan bersilaturahim antar warga. “Mudah-mudahan dengan adanya lapangan keserasian sosial ini menjadi contoh yang baik untuk wilayah lainnya serta semua program-program yang sudah dicanangkan dapat berjalan dengan baik” tutur Nur Azizah. Tidak lupa Nur Azizah terus mengingatkan warga masyarakat untuk tetap mematuhi protokol Kesehatan dalam bersosialisasi di masa Pandemi Covid-19 ini.

Pada kesempatan ini, Andhika Dirgantara selaku DPRD Kota Bekasi turut berterimakasih kepada Nur Azizah. Berkat dorongannya, kini warga RW 010 dapat meresmikan lapangan keserasian sosial ini. Andhika berpesan agar warga dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya sebagai sarana untuk bersosialisasi yang sehat.

“Terimakasih kepada ibu Nur Azizah yang sudah dapat membawa program ini ke Bekasi, semoga kedepannya akan banyak program-program lainnya yang bisa dibawa ke Bekasi. Hari ini kita bisa meresmikan taman keserasian sosial, paling penting di taman ini kita bisa berkumpul. Baru saja ada berita di Bekasi ini ada seorang remaja berusia 17 tahun yang terlibat hubungan sesama jenis, tega melakukan mutilasi kepada temannya. Dia yatim sejak kecil, 3 tahun lalu ibunya meninggal. Dia termasuk remaja yang kesepian, tidak membaur dengan kampungnya. Masyarakat kini perlu memperbanyak ruang-ruang perkumpulan, bersilaturahim, sebagai upaya meminimalisir kasus-kasus serupa, yang tidak jarang menghantui pikiran kita”, jelas Andhika.

Menaggapi hal tersebut, Nur Azizah juga berharap agar remaja mendapat perhatian khusus di masyarakat. Ia juga menghimbau warga agar waspada penularan HIV/AIDS di kota Bekasi, mengingat Kota Bekasi menempati peringkat kedua tertinggi kasus penularan HIV/AIDS di Jawa Barat.

“Berdasarkan data Dinkes Kota Bekasi, penyebab utama kasus HIV/AIDS adalah karena seks bebas dan juga perilaku LGBT di kalangan remaja. Saya berharap dari 13 RT yang ada di RW 010 ini, harus dapat mendata semua remajanya. Harus ada pembinaan khusus bagi para remaja ini, saya juga mengajak para kader PKK terus dapat menggalakkan program Bina Keluarga Remaja (BKR), fokus menciptakan iklim agar para orang tua melakukan pembinaan, pendampingan dan motivasi para putra-putri remajanya, memberikan edukasi terkait bahaya LBGT, seks bebas dan narkoba serta berbagai pembekalan sehingga menjadi remaja yang kreatif, produktif dan berkontribusi positip di masyarakat”, terang Nur Azizah.

Terkait permasalahan remaja ini Nur Azizah mengajak agar semua unsur masyarakat dan pimpinan yang hadir dapat bekerjasama menaggulangi permasalahan ini. “Insya Allah semua pimpinan yang hadir di sini mulia, semua bisa amanah dan mempertanggung-jawabkan kepemimpinannya di hadapan Allah SWT. Masalah remaja ini menjadi tanggung jawab kita bersama, remaja ini harus dibina, dibimbing dan dimotivasi agar dapat selamat tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Karena pada dasarnya kita manusia di amanahi oleh Allah untuk Husnul Khatimah.”, pungkas Nur Azizah.