DepokNews – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A, ajak masyarakat di Kota Depok terapkan pola hidup sehat. Salah satunya dengan konsumsi makanan pokok Bergizi Tinggi dan Glikemik Indeks Rendah seperti Sorgum dan Ampok Jagung. Hal ini disampaikan Nur Azizah dalam kegiatan Reses Anggota DPR RI masa persidangan ke-5 tahun 2019-2020, Sabtu (17/10) saat menjenguk Ust. Sukirno, salah satu tokoh agama di kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran mas, Depok, yang menderita Diabetes sejak bulan Maret 2020. Dalam kesempatan ini, Nur Azizah menyerahkan paket beras sorgum (Jagung Canthel), ampok jagung dan obat herbal jintan hitam atau Habbatussaudah guna mempercepat proses penyembuhan Ust Sukirno.

Nur Azizah menekankan akan pentingnya menjaga pola makan sehat agar meminimalisir resiko terkena diabetes bagi yang masih sehat dan mengurangi dampak negatif bagi yang sedang menderita diabetes. Hal ini sangat penting karena Indonesia tercatat sebagai negara peringkat keenam dengan beban penyakit diabetes mellitus terbanyak di dunia. Berdasarkan data International Diabetes Federation menunjukkan lebih dari 10 juta penduduk Indonesia menderita penyakit tersebut di tahun 2017. Angka ini dilaporkan kian meningkat seiring berjalannya waktu, terbukti dari laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 yang menunjukkan prevalensi diabetes mellitus pada penduduk dewasa Indonesia sebesar 6,9% di tahun 2013, dan melonjak pesat ke angka 8,5% di tahun 2018. Organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), bahkan memprediksikan penyakit diabetes mellitus akan menimpa lebih dari 21 juta penduduk Indonesia di tahun 2030.

Pada reses yang juga dihadiri oleh Ust. Ridwan, Ketua DPRa PKS Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Depok, Nur Azizah mengatakan sudah saatnya masyarakat depok meminimalisir konsumsi nasi dan terigu, karena mempertinggi resiko terkena penyakit diabetes yang potensial memicu munculnya berbagai penyakit tidak menularkan lainnya. “Khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, harus ada langkah preventif yang dilakukan, dengan menerapkan pola makan dan pola hidup yang sehat, mengurangi konsumsi nasi dan terigu serta menggantinya dengan Sorgum atau Ampok jagung karena terbukti mampu mengontrol gula darah”, jelas Nur Azizah.

Menurut Nur Azizah, nasi Beras Padi, aneka olahan makanan dari Gandum / Terigu, adalah salah satu sumber Karbohidrat dalam berbagai menu makanan pokok yang populer. Nasi Beras Padi dan Aneka Olahan Gandum / Terigu memiliki Glikemik Indeks sangat tinggi, mendekati 100, jika dikonsumsi sebagai makanan pokok, mudah dicerna tubuh dan lebih cepat berubah menjadi glukosa sehingga kadar gula darah meningkat drastis yang potensial memicu munculnya penyakit diabetes. Sementara sorgum dan ampok jagung disamping bergizi tinggi dari kandungan protein dan mineralnya, yang lebih penting Glikemik Indeks nya rendah sehingga tidak memicu kenaikan kadar gula darah dalam tubuh secara drastis.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, sudah saatnya kita mengubah kebiasaan dengan menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya dengan mulai mengganti makanan pokok kita. Bisa mulai dengan sorgum, untuk membiasakan diri bisa dicampur saat masak nasi setengah takarannya dicampur dengan sorgum. Alternatif lainnya juga ada ampok jagung. Ampok jagung, selain sehat juga enak dimakan dengan lauk apa pun sebagai pengganti nasi”, jelas Nur Azizah.

Selain itu, Nur Azizah juga menjelaskan manfaat sorgum selain dapat mengontrol gula darah juga membuat cepat kenyang dan awet kenyang, karena disamping memiliki serat yang tinggi juga Glikemik Indeks yang rendah. “Sorgum juga membuat cepat kenyang dan awet kenyang, makan sedikit saja sudah kenyang, ini bagus bagi yang sedang program diet. Khususnya bagi umat muslim yang menjalankan ibadah shaum juga sangat dianjurkan karena kita jadi tidak mudah lapar”, terang Nur Azizah.

Ust. Ridwan, Ketua DPRa PKS Rangkapan Jaya Baru, Depok, sangat mengapresiasi hal tersebut, dan berharap makanan sehat seperti sorgum dan ampok jagung bisa lebih mudah diperoleh di pasaran. “Saya sangat mendukung kampanye makan sorgum dan ampok jagung ini, agar masyarakat bisa semakin sadar pentingnya menjaga pola hidup sehat. Mungkin saat ini kendala utama ada di pasar, masyarakat masih banyak yang belum mengenal sorgum dan ampok jagung. Perlu ada sosialisasi yang masif kepada masyarakat yang juga dibarengi dengan ketersediaan sorgum dan ampok jagung di pasaran dengan harga yang terjangakau”, jelas Ridwan.

Menanggapi hal tersebut, Nur Azizah menegaskan perlu adanya sinergitas antara pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk secara konsisten mengkampanyekan sorgum dan ampok jagung. “Kita bersama-sama konsisten mengajak, karena manfaatnya kelak tidak hanya untuk menjaga kesehatan, tapi juga untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia agar tidak selalu tergantung mengkonsumsi nasi dan terigu sebagai makanan pokok. Faktanya masih banyak alternatif makanan pokok yang lebih sehat yang mampu menjaga stabilitas pangan lokal. Selain itu, untuk Sorgum sebenarnya di Indonesia sdh ditanam di beberapa daerah beberapa abad yang lalu yg dikenal dg nama Jagung Canthel, Orean, Bulir dan beberapa nama daerah yg lain. Di daerah yg menanam Sorgum seperti di Nganjuk, Lamongan, Demak, Madura, NTT, Jogjakarta dan lain-lain, harga Sorgum murah, bahkan lebih murah dari beras padi. Namun karena minat masyarakat umum belum banyak, nilai Gizi nya tinggi dan Glikemik Indeks nya Rendah, di Perkotaan, Sorgum dijual secara online oleh berbagai Pasar / “marketplace” dengan harga lebih mahal dari Beras Padi. Jika minat masyarakat umum, terutama masyarakat perkotaan makin tinggi, insya Alloh harga Beras Sorgum bisa murah, setara harga beras padi,” pungkas Nur Azizah.