ilustrasi (istimewa)

DepokNews–Dua pemuda yang menakuti masyarakat dengan berpakaian ala poncong diamankan masyarakat saat beraksi di Lapangan Gelora, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.

Ketua RT.05/28 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sukmajaya Arsyad  mengataka lima pelajar di Depok berbuat jahil yaitu berdadan layaknya pocong hanya untuk menakut-nakuti warga.

Orang yang berdadan ala pocong itu yaitu lima pelajar terdiri dari empat pelajar SD dan satu SMP atas kelakuannya sempat membuat gempar warga Cilodong.

Dia mengatakan kejadian diketahui pada Jumat akhir pekan lalu  sekitar pukul 21.00 WIB.

Dimana para pelajar yang iseng tersebut tertangkap basah warga di Lapangan Gelora, Abadijaya, Sukmajaya.

“Kelima pelajar yang berdandan seperti pocong itu berhasil diamankan warga kita di daerah lapangan. Saat ditanya alasan para pelajar itu terobsesi lantaran terpengaruh lewat tontonan di media sosial Instagram untuk terkenal”katanya.

Dari kelima pelajar yang diamankan, menurut Arsyad hanya dua orang saja yang tampak mengenakan costum ala pocong dan meriah wajahnya menggunakan bedak putih seperti terlihat aslinya.

Sedangkan ketiga teman lainnya hanya tertawa saat ada warga ketakutan.

Costum dua pelajar yang digunakan buat jadi pocong yaitu seperti kain kafan adalah berupa mukena putih lalu diatur dipotong sama pelajar itu seperti layaknya seperti kain kafan.

Pelajar mendapatkan mukena dari keluarga masing-masing dari rumah untuk solat.

Mukenanya milik nenek mereka. Diambil setelah solat isya lalu setelah itu dipotong.

“Saat kita tanya pengakuannya alasan iseng saja karena terpengaruh tontonan di media sosial”katanya.

Namun tidak beberapa lama setelah warga mengetahui keisengan pelajar tersebut, langsung dipergoki dan langsung mengenali kelima anak tersebut lalu langsung memberikan informasi ke warga lainnya.

Sementara itu, Arsyad menyebutkan kelima pelajar tersebut tercatat ada sebagai warga dari Kelurahan Abadijaya dan Kelurahan Sukamaju yang kerap bermain di Lapangan Gelora

Untuk memberi efek jera, warga memberikan hukuman kepada mereka yang telah berbuat iseng dengan cara menakut-nakuti warga yaitu dengan tidur di sebuah pemakaman yang jaraknya tidak jauh dari Lapangan Gelora.

“Atas dandanan seperti pocong itu lah warga kami memberikan hukuman dengan tiduran di atas kuburan tempat makam warga sekitar”katanya.

Efek jera ini di lakukan supaya mereka tidak berbuat ulang lagi meski hanya sekedar bercanda.

Sambil tiduran di atas kuburan dengan pocong-pocongan sembari menunggu kedatangan masing-masing orang tua untuk mengetahui kelakuan anak-anaknya.

Perihal perbuatan, Arsyad mengatakan ulah mereka murni perbuatan jahil tanpa niat mencelakai atau melalukan tindak kriminal.

Untung para pelajar tidak melakukan aksinya itu di Jalan Rata karena dapat membahayakan bagi pengguna jalan.

Meski hanya perbuatan iseng tapi cukup membuat warga ketakutan ada penampangan pocong.

Pocong palsu itu tidak hanya dihukum suruh tidur di tempat makam saja, tapi akibat ulah yang dilakukannya kelima pelajar tersebut warga juga meminta untuk dibatasi menggunakan handphone lalu tidak menonton serupa di media sosial.

“Masalahnya sudah kita selesaikan secara kekeluargaan. karena tidak ada yang luka juga dan tidak ada yang menyuruh mereka seperti misalnya oleh orang dewasa”katanya.

Dan mereka ini juga telah di marahin sama masing-masing orang tuanya.

Pada saat dilakukan musyawarah penyelesaian secara kekeluargaan juga disaksikan oleh anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukamaju dan Babinsa setempat.