Imam Budi Hartono, (IBH)

DepokNews–Ibu Kota Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang saat ini berada di Bandung, diakui Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), sedang diwacanakan untuk dipindah. Gubernur yang kerap dipanggil Kang Emil tersebut mengatakan bahwa wacana tersebut muncul ketika ia menggelar rapat pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jabar bersama Pansus VII awal pekan lalu.

Menaggapi hal tersebut anggota DPRD Propinsi Jawa Barat yang juga anggota Pansus VII Imam Budi Hartono mengatakan, rencana pemindahan ibu kota Propinsi Jawa Barat dari Kota Bandung ke tenpat Tegal Luar terlalu tergesa-gesa, karena belum ada kajian sebelumnya.

“Terkait dengan rencana pemindahan ibu kota provinsi Jawa Barat, kami Pansus VII telah menerima drafnya, diusulkan Ibu Kota mau dipindahkan ke Tegal Luar, tapi secara hasil dari kerja Pansus kami menolak. Kami menolak dan mencoret draf itu karena kami menilai belum ada kajian mendalam terhadap rencana pemindahan ibu kota dari Bandung ke Tegal Luar tersebut,” kata Imam Budi Hartono, Jumat (30/8/2019).

Menurut Imam Budi Hartono, Gubernur akan memindahkan ibu kota ke Tegal Luar dengan tiga alasan yaitu, pertama Gedung Sate sebagai pusat pemerintahan kurang luas sehingga tidak bisa menampung seluruh kantor-kantor dinas, kedua karena Kota Bandung sudah terlalu padat dan yang ketiga agar pertumbuhan ekonomi Tegal Luar bisa lebih cepat.

“Tapi kami melihat draf yang kami terima tersebut hanya sebuah pasal tentang pemindahan ibu kota provinsi, sementara kalau kita tanyakan kepada tim Pemerintah Provinsi Jawa Barat kajian terhadap kenapa harus pindah dan kenapa pindahnya ke Tegal Luar itu juga belum ada kajian yang pas,” kata Imam Budi Hartono.

Imam Budi Hartono juga menegaskan rencana pemindahan ibu kota tersebut juga belum ada dalam pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jabar.

“Kajian aja belum ada, apalagi anggaran untuk memindahkan ibu kota Provinsi, belum ada sama sekali,” kata Imam Budi Hartono saat menjawab pertanyaan reporter ketika talk show pada sebuah stasiun radio.