DPP PRISAI (Istimewa)
DepokNews- Menyikapi maraknya peredaran Narkoba di Indonesia. DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PRISAI di bawah Komando Ketua Umum PRISAI Helek Wirawan, Sekjen Prisai Rudi Nasution, Ketua Advokasi Handy, Drs. Sumandi Widjaja dan jajaran pengurus DPP PRISAI antara lain Waksekjen Hendra Dimun, Wakil Kabid Hukum dan Advokasi DPP PRISAI Samsul Bahri, mengadakan pertemuan DPP PRISAI yang membahas masalah tersebut.
Hadir dalam pertemuan para petinggi PRISAI dan jajaran pengurus inti, Rudi Nasution selaku Sekretaris Jendral DPP PRISAI menyatakan bahwa Negara Republik Indonesia Darurat Narkoba, untuk itu DPP PRISAI mendesak kepada BNN, Pemerintah dan masyarakat untuk lebih fokus lagi dan lebih gencar melakukan perang terhadap para pengedar dan pengguna Narkoba di Indonesia.
Hal ini terbukti dari hasil temuan para Petugas gabungan Bareskrim, Polda Metro Jaya dan Bea Cukai yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba yang akan masuk ke Indonesia melalui Kepulauan Riau dalam jumlah yang cukup besar yaitu sebanyak 1,6 ton.

“Dengan tertangkapnya artis-artis papan atas di Indonesia belum lama ini. Kasus narkoba sangat meresahkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Apalagi artis juga merupakan public figure bagi masyarakat yang seharusnya memberikan contoh baik, bukan justru malah memberikan contoh buruk bagi masyarakat Indonesia” jelas Ketua Advokasi DPP PRISAI, Handy.

Menanggapi pernyataan Budi Waseso selaku Mantan Kepala BNN, bahwa Indonesia merupakan pasar terbesar peredaran Narkoba di Asia dan 50 persen peredaran narkotika dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) seperti tertulis dalam artikel yang ditayangkan di Tribunnews.com. Dewan Pembina PRISAI, Sumandi Widjaja berkomentar, bahwa Narkoba di Indonesia mudah didapat. Maka dibutuhkan juga peran serta dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat dalam mencegah peredaran Narkoba di Indonesia serta diperlukan ketegasan sikap seluruh aparat Pemerintah.
Untuk mencegah maraknya peredaran Narkoba terutama di Lapas dan tempat tempat hiburan malam. Pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat harus berani menutup Tempat2 hiburan malam jika terindikasi menjadi sarang Narkoba dan Narkoba itu lebih “Kejam” dari teroris atau kelompok yang menamakan dirinya The Family MCA atau penyebaran ujaran kebencian.
Helex Wirawan Selaku Ketua Umum DPP PRISAI juga mengatakan, diharapkan ketegasan sikap para aparat yang terkait, untuk membumi hanguskan  bandar narkoba dengan memutuskan mata rantainya mulai dari bandar besar, pengedar sampai dengan pemakai.
“Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Philipina yaitu dengan menembak mati para pengedar narkoba, agar dapat memberikan efek jera kepada para pengedar dan pemakai narkoba,” tutup Helex.(mia)