DepokNews – Kurnia Widhiatuti selaku Kabag KPAK BPKK DPD PKS Kota Depok sekaligus Penggagas Gerakan 1000 Keluarga Pecinta Rasulullah menjadi salah satu narasumber dalam acara Sekolah Pra Nikah dengan tema “Don’t Worry To Get Married” yang diadakan oleh Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Depok.

Dalam acara tersebut, Bunda Kurnia panggilan Kurnia Widhiatuti selama mengisi materi, dalam kesempatan ini Bunda Kurnia menyampaikan tentang fenomena seputar pernikahan impian serta lika likunya.

“Ternyata banyak para single lillah para bujang dan para gadis yang Ketika akan menikah mereka nggak siap untuk menjadi kau dan aku menjadi kita tapi masih kekeh dengan aku, aku adalah aku, padahal menikah adalah aku dan kau,” ujar Bunda Kurnia melalui zoom meeting kepada peserta, Minggu (26/9/21).

Hal ini terjadi karena salah satunya menentukan standar kriteria pasangan diatas rata-rata seperti memiliki mobil pribadi, rumah pribadi, punya kolam renang pribadi punya pesawat terbang.

“Hal-hal seperti ini terlalu melampaui batas sehingga akhirnya ada yang mohon maaf sulit sekali mendapat pasangan, lakukan koreksi diri jangan kita terlalu menetapkan standart di atas rata-rata yang kita sendiri tidak mampu,” ujarnya.

Pernikahan ibarat lari marathon yang jaraknya lebih dari 42 kilometer selama perjalanan pelari tidak bisa mengambil napas panjang, tetapi mengambil napas sedikit demi sedikit, selama perjalanan pula banyak hal yang dilalui.

“Selama lari panjang kalau ingin istirahat boleh ketika haus ada tukang es cendol, yuk kita beli es cendol dulu istirahat dulu lari lagi, Wah ada tukang ketoprak nih belum sarapan mampir makan ketoprak dulu,” kata Bunda Kurnia.

Bunda Kurnia menjelaskan, bagi para pelari maraton tidak penting menjadi pemenang yang penting adalah selamat sampai digaris tujuan, jadi tugas kita adalah memastikan keluarga kita selamat sampai di finishnya yaitu di surga Allah bersama dengan keluarga besar kita.