DepokNews- Dalam rangka merayakan Idulfitri 1442 H, DPC PKS Pancoran Mas Depok mengadakan acara halal bihalal pengurus, kader, dan simpatisan pada hari Selasa, 1 Juni 2021. Acara diadakan secara virtual melalui Zoom dan Youtube serta sebagian peserta terbatas secara offline di Sekretariat DPC PKS Pancoran Mas.

Acara Halal Bihalal ini dihadiri peserta Zoom 128 orang, Youtube 44 orang, dan offline 15 orang. Total peserta adalah 187 orang.

Ketua DPC PKS Pancoran Mas, Khairul Wajdi, mengatakan rangkaian kegiatan Ramadan 1442 H yang diadakan PKS Pancoran Mas, dibagi dalam tiga tahap dari Tarhib, ihya dan ditutup acara Ramadan dengan halal bi halal. Dalam tahapan ihya Ramadan banyak sekali kreatifitas kader PKS, di antara nya Kajian Dhuha Online, Sebar Takjil, Babaqulan, subsidi daging ayam, sayur dan sembako serta santunan untuk kaum Dhuafa, marbot masjid dan guru TPA.

Khairul menambahkan bahwa para kader dan simpatisan PKS Pancoran Mas harus merapatkan barisan dalam rangka memenangkan kontestasi politik di tahun 2024 mendatang.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Depok, Ir. H. Imam Budi Hartono (IBH), menyampaikan kepada seluruh kader PKS Pancoran Mas agar semakin meningkatkan ibadah dan kesolidan kader jika ingin memenangkan kompetisi politik di tahun 2024 nanti. IBH yang juga Wakil Wali kota Depok mengingatkan seluruh kader agar tidak terpancing dengan provokasi dari pihak luar yang ingin menggembosi PKS di Kota Depok.

Misalnya, ada yang mempertanyakan penggalangan dana untuk Palestina sementara warga Depok juga banyak yang harus dibantu. Jawabannya adalah bantuan untuk rakyat Palestina hanya 200 juta sementara bantuan untuk warga Depok mencapai 4 miliar lebih, begitu tandasnya.

Acara tersebut juga diisi ceramah oleh Ustadz M. Faisal Kunhi, MA. Ustadz Faisal mengingatkan kepada semua peserta Halal Bihalal agar lebih meningkatkan keimanan dan ibadah pasca Ramadan. Peningkatan ibadah yang dilakukan seperti lebih rajin sholat (wajib dan sunnah), memperbanyak shaum sunnah, dan giat berinfak serta sedekah. Kita jangan menjadi hamba Ramadhaniyyun atau hamba yang meningkat keimanan dan ibadahnya di bulan Ramadhan saja. Namun, kita harus menjadi hamba Rabbaniyyun atau hamba yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya di mana saja dan kapan saja, tambahnya.