DepokNews–Ahad, 3 November 2019 – Diskusi Publik bertajuk “Bedah Gagasan Bakal Calon Walikota Depok Periode 2021-2026” berhasil digelar pada hari Ahad, 3 November 2019 oleh Pengurus DPC PKS Cipayung, menghadirkan Bacalon Walikota Hafid Nasir dan Imam Budi Hartono.

Acara diskusi yang dilangsungkan di RM Pondok Baru, jalan Raya Ratujaya, Kecamatan Cipayung, dihadiri, Ketua LPM, Ketua BKM hingga Ketua RW dan Ibu PKK di lingkungan Kecamatan Cipayung.

Acara yang dipandu oleh Widiantoro Baroto, Direktur Utama PT. JAC BC yang juga merupakan Sekjen Dewan P-Pusat Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia, dimulai dengan pemaparan kondisi umum yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Kota Depok berdasarkan hasil analisis pemerintah Kota Depok sejak masa kepemimpinan Walikota Nur Mahmudi Ismail hingga saat ini.

Ada enam kondisi yang akan dihadapi oleh calon Walikota ke depan berdasarkan analisis tersebut :

  1. Kondisi Geomorfologi & lingkungan hidup Kota Depok yang mengalami tekanan akibat pertumbuhan penduduk & perebutan sumber daya lahan, sumber daya air & sumber daya lainnya. Salah satu contoh konkret adalah masalah TPA Sampah di Kecamatan Cipayung yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah Kota Depok.
  2. Kondisi demografi.
    Kota Depok dihadapkan pada masalah kepadatan penduduk, meningkatnya jumlah angkatan kerja,
    meningkatnya jumlah pencari kerja dan sebagainya.
  3. Kondisi ekonomi & sumber daya alam Kota Depok mengarah pada struktur ekonomi modern yg bertumpu pada sektor tersier dan didukung sektor sekunder. Ke depan, diprediksi bahwa ekonomi Kota Depok akan bertumpu di sektor tersier yg dikenal sebagai sektor jasa atau industri jasa.
  4. Kondisi sosial budaya Kota Depok mengarah pada budaya masyarakat metropolis multietnis berlatar belakang beragamnya tingkat intelektualitas.
  5. Kondisi kecilnya rasio sarana & prasarana kota per penduduk, antara lain rasio rumah sakit umum per penduduk, rasio sekolah kejuruan per penduduk & rasio rasio lainnya.
  6. Kondisi tuntutan masyarakat akan adanya pelayanan publik yang berkualitas seiring dengan tuntutan Kota Depok sebagai Cyber City.

Berdasarkan gambaran umum keadaaan Kota Depok tersebut, Widiantoro mengarahkan perhatian audiens pada pentingnya peningkatan Index Pembangunan Manusia (IPM) Kota Depok khususnya di Cipayung yang masih rendah bila dibandingkan dengan IPM di kecamatan lainnya di Kota Depok.

Dalam mencari solusi dari kondisi umum Kota Depok tersebut, Hafid Nasir dengan tagline sebagai intelektual muda yang sederhana, peduli dan terbuka, menawarkan gagasannya berupa 5 program unggulan yaitu :

  1. Depok Cerdas Pendidikan
  2. Depok Cerdas UKM
  3. Depok Cerdas Menggolah Sampah
  4. Depok Cerdas Melayani; dan
  5. Depok Cerdas Menata Kota

Kelima program tersebut diikat dengan satu visi yaitu Depok Kota Cerdas & Berbudaya.

Sementara Imam Budi Hartono dengan visi Depok Maju & Berbudaya menawarkan gagasannya dengan program pengelolaan pemerintahan yang partisipatif & akomodatif. Secara operasional program tersebut diterapkan dengan sistem penganggaran pembangunan daerah (APBD) & kebijakan yang prorakyat serta pengelolaan pemerintahan yang modern yang disokong oleh penggunaan teknologi informasi sebagai dasar pekerjaan.

Dalam sambutannya, Ketua DPC PKS Cipayung, Wiji Aji Kusuma selaku penanggung jawab acara mengakui bahwa diskusi yang diselenggarakan oleh Pengurus DPC PKS Cipayung ini dirancang agar selalu tercipta suasana santai dan ceria, menghindari kesan adanya kompetisi yang tajam di antara bakal calon walikota yang dihadirkan. Selingan lagu-lagu akustik di awal acara, pembagian doorprize menarik dan penampilan gitar akustik dari remaja Cipayung sebagai salah satu trik untuk menjaga suasana santai dan ceria tetap mewarnai jalannya diskusi.

Acara ditutup dengan ramah tamah & makan siang bersama, menikmati hidangan khas masakan padang dari rumah makan yang sangat populer di Cipayung ini.

-BPH CPY-