DepokNews–Sejumlah Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Program Studi Jawa menginisiasi kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan mendirikan sebuah Sekolah Budaya Jawa  yang berlokasi di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Ketua Pengabdian Masyarakat yang juga sebagai Dosen FIB Program Studi Jawa Widhyasmaramurti kepada wartawan mengatakan Sekolah Budaya Jawa sebagai pilot project sekolah menyatu dengan alam yang disuguhkan dalam bentuk paket wisata dengan minat khusus untuk mempelajari budaya dan bahasa Jawa.

“Kami harap melalui dibentuknya Sekolah Budaya Jawa mampu mendukung perekonomian warga desa setempat serta memperkenalkan khasanah budaya yang dimiliki Indonesia”katanya.

Dia mengatakan peserta terbuka bagi nonpenutur bahasa Jawa yang ingin mempelajari budaya Jawa.

Pada batch pertama terdapat empat puluh siswa yang akan dididik di Sekolah Budaya Jawa ini.

Mereka merupakan wisatawan dari dalam dan luar negeri seperti dari negara Tajikistan, Vietnam, Malaysia, Filipina, Bangladesh dan Afganistan.

Mereka akan belajar bahasa Jawa, budaya Jawa dan kesenian tradisional (Gamelan, jathilan (tarian), kethoprak), Ritual panen hingga kebiasaan bertani dan beternak.

Selain itu mereka akan tinggal bersama warga setempat dan turut menikmati kehidupan pedesaan yang dibalut dengan keindahaan panorama pegunungan.

Dia menambahkan, Desa Senden adalah salah satu desa yang berada di bawah kaki Gunung Merbabu yang menyuguhkan paket lengkap wisata yaitu memiliki kawasan wisata alam, kawasan wisata religi, kawasan wisata budaya, dan kawasan wisata rekreasi.

“Kami nilai potensi tersebut layak dijual sebagai obyek pariwisata pedesaan,”katanya.

Selain menyasar turis lokal, diharapkan Desa Wisata Senden melalui Sekolah Budaya Jawa-nya dapat menarik minat turis mancanegara melalui pengalaman pedesaan dan budaya serta keramahtamahan warga setempat yang tidak dapat diperoleh di destinasi wisata manapun.

Program Pengabdian Masyarakat ini dilakukan selama enam bulan, terhitung sejak bulan April sampai dengan September 2018 mendatang.

Dalam menjalankan programnya ini, Mara dan tim didukung dana dari hibah pengabdian masyarakat DRPM UI (Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI).

Selama enam bulan tersebut, kegiatan terbagi menjadi tiga tahap, tahap pertama (pra-kegiatan) dilakukan pada bulan April, yaitu dengan melakukan perkerutan fasilitator desa untuk menjadi pengajar di Sekolah Budaya Jawa.

Tahap kedua (kegiatan utama) dilakukan pada bulan Mei, Juli, dan Agustus yaitu berupa Lokakarya pembuatan paket buku ajar, pendampingan penggunaan buku ajar untuk fasilitator desa, dan pendampingan penerapan buku ajar, lalu tahap ketiga (pasca kegiatan) dilakukan pada bulan Agustus yaitu berupa evaluasi uji coba Sekolah Budaya Jawa.

Warga Desa sepenuhnya dilibatkan di dalam pembentukan Sekolah Budaya Jawa.

Dengan bimbingan oleh para dosen prodi Sastra Jawa FIB UI diharapkan kelak mereka mampu mandiri memberikan pelajaran Bahasa dan budaya kepada para turis.