Doktor Ursa Majorsy memberikan sambutan pada sidang terbuka promosi doktor

DepokNews — Ursa Majorsy yang baru saja dinobatkan sebagai Doktor Psikologi dari Universitas Gunadarma mengatakan, terlalu sering main game online dalam waktu yang lama bisa menyebabkan adiktif atau menimbulkan ketergantungan, dan rata-rata game online bersifat adiktif.

Doktor Ursa Majorsy (membawa karangan bunga) beersama keluarga dan kerabat foto bersama

Hal tersebut dikatakan Doktor Ursa Majorsy selepas menjalani sidang terbuka promosi Doktor Ilmu Psikologi di Kampus D Universitas Gunadarma, Senin (29/1/2018). Dalam sidang terbuka tersebut Ursa Majorsy berhasil mempertahankan desertasinya yang berjudul “ADIKSI GAME ONLINE DITINJAU DARI KEPRIBADIAN NEUROTICISM DENGAN KESEPIAN, STRES SERTA REGULASI DIRI SEBAGAI VARIABEL MEDIATOR” dan dinyatakan lulus sebagai doktor dengan predikat sangat memuaskan.

“Kalau game memang sebenarnya rata-rata dibuat untuk adiktif, kalau cari game yang paling aman atau tidak menimbulkan adiktif agak sulit, kalau ada game yang tidak berkesinambungan game putus atau tidak bersambung itu malah lebih aman,” kata Doktor Ursa Majorsy.

Menurut Doktor Ursa Majorsy ada beberapa ciri pada anak yang ketergantuan pada game online, sehingga orang tua harus waspada terhadap anak yang hobi main game online dalam durasi waktu yang lama.

“Beberapa ciri anak yang kecanduan game online misalnya anak tahan main game online berjam-jam, malas bersosialisasi, bermasalah dalam studi atau prestasinya menurun secara dratis,” tambah Doktor Ursa Majorsy

Dikatakan Doktor Ursa Majorsy, untuk anak kecil supaya tidak kecanduan game online, yang menjadi tameng utama orang tua dan kalau remaja harus dicari penyebabnya, misal kesepian atau stres sehingga remaja tersebut pelariannya dengan main game online.

Untuk menghindari adiksi atau kecanduan pada game online, Doktor Ursa Majorsy menyarankan agar para pemain game online dapat membatasi diri dalam bermain game online, seperti mengurangi durasi dan frekuensi bermain game online, dan dapat berlaih ke aktifitas lain yang lebih bermanfaat.

Berita terkait: