Bayi tiga bulan (Ilustrasi)

DepokNews- Bayi Mutia, tiga bulan, yang tewas di tangan pengasuh pertama kali dinyatakan sudah tak bernyawa oleh dokter yang ada di komplek Perumahan Vila Santika, Rangkapan Jaya Pancoran Mas Depok. 
Ketika diperiksa oleh dokter, kondisi Mutia memang sudah tidak bernafas. “Kemudian saya minta dibawa ke dalam dan ditidurkan. Saya periksa semua organ vital. Dan semua negatif,” kata M. Adi Satrio Lazuardi, dokter yang pertama kali memeriksa, Rabu (30/1/2019).

Adi memeriksa organ vital Mutia mulai dari mata, jantung. Dan semua sudah tidak berfungsi lagi. Setelah diketahui tidak bernyawa kemudian dia menyarankan untuk dilaporkan ke petugas.

“Setelah saya periksa, memang sudah meninggal dunia,” ungkapnya.
Dalam jasad Mutia memang ditemukan tanda kekerasan. Berupa luka memar di beberapa bagian tubuh. 
“Luka lebam di kepala kiri, mulut, bibir bagian atas. Saya sarankan untuk melapor,” jelasnya.

Ditanya apakah luka tersebut yang menyebabkan Mutia tewas, 
Namun, Adi tidak bersedia menjawab ketika ditanyakan luka tersebut yang menyebabkan Mutia tewas. Dia hanya memastikan saat itu Mutia memang sudah tidak bernafas. 
“Dan ketika saya periksa memang sudah pucat, badannya dingin,” tandasnya.

Diketahui Mutia tewas di tangan Romlah (66) pada Senin (28/1/2019). Dia tewas dengan sejumlah luka. Saat itu, Mutia baru saja ditinggal ibunya bekerja. Saat ini Romlah sudah diamankan Polresta Depok, dan menjalani pemeriksaan.(mia)